<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="76863">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arfarina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiv/AIDS  merupak:an suatu penyakit berbahaya di dunia dan kini tersebar keseluruh benua termasuk Indonesia yang salah satu penuJaran melalui hubungan seksual  dan  menggunakan   jarum  suntik  yang  tidak   steril  secara  bergantian dengan   orang   yang   positif   mengidap   HIV/AIDS.   Rendahnya    pengetahuan terbadap HIV/AIDS menimbulkan masalah sosial yang merujuk pada pemahaman negatif yang berdampak  pada stigmatisasi,  diskriminasi, clan  pengucilan  kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dari lingkungan masyarakat sekitar. Hal ini ada kaitannya  dengan  k:urangnya informasi  dan  pengetahuan  masyarakat   terhadap penyakit   HIV/AIDS.  Adanya   penyakit  HIV/AIDS   di  Aceh  merupakan   satu anomali bagi Aceh yang bersyariat Islam. Berdasarkan data temuan Komisi Penanggulanggan AIDS (KPA) sebanyak 46 kasus dan mulai mencuat pada tahun 2005 sesuai sebaran virus HIV/AIDS secara nasional. Ini bisajadi puncak gunung es. Penalitian   ini  bertujuan  untuk  mengetahui   bagaimana  persepsi   dan  sikap masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS dan bagaimana peran pemerintah melakukan penanggulangan untuk mencegah HIV/AIDS di daerah   Aceh. Penelitian  ini  dilakukan   di  Banda Aceh di antaranya Daerah Peunayong, Darussalam, danDaerah lainnya  yang termasuk daerah  Banda  Aceh.  Jenis penelitian   yang  dilakukan  adalah  penelitian  deskriptif dengan  menginterview responden   yang  diperoleh   melalui   metode   sampling   sederhana  dengan   alat kuesioner,  observasi, wawancara,  dokumentasi dan studi kepustakaan. Data-data dan   informasi  yang  diperoleh  dari  lapangan  diinterprestasikan  melalui  teknik analisis  deskriptif.  Penelitian   yang  dilakukan  setelah  di  analisis  menemukan bahwa  pengetahuan  terhadap penyakit  HIV/AIDS  cenderung  cukup  baik  akan tetapi pemahaman cenderung  kurang dan negatif ini dapat dilihat dari kurangnya sosialisasi yang di dapatkan masyarakat dari pemerintah.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIETY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AIDS (DISEASES) - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>362.196 979 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>76863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-07 15:51:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 10:51:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>