PERENCANAAN TARIF FERRY AKIBAT PENINGKATAN FASILITAS TERMINAL PELABUHAN BALOHAN KOTA SABANG BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERENCANAAN TARIF FERRY AKIBAT PENINGKATAN FASILITAS TERMINAL PELABUHAN BALOHAN KOTA SABANG BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY


Pengarang

Nadila Miranti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Sabang merupakan kepulauan di seberang utara pulau Sumatra yang terus berkembang dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor transportasi laut yang merupakan penunjang pola distribusi baik barang maupun penumpang. Fasilitas pelabuhan penyeberangan Balohan yang menghubungkan Kota Sabang dengan Kota Banda Aceh merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan, dikarenakan menjadi salah satu fasilitas yang vital untuk kepentingan pelayanan masyarakat umum. Adanya peningkatan fasilitas terminal pelabuhan penyeberangan domestik Kota Sabang menjadikan terjadinya kenaikan tarif. Hal tersebut menyebabkan perlu dilakukannya perencanaan besaran tarif yang tepat. Tarif eksisting yang berlaku saat ini adalah Rp.30.000. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata (stratified random sampling) dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna jasa ferry lambat rute Sabang – Banda Aceh menggunakan teknik stated preference. Berdasarkan Ability To Pay (ATP) pengguna ferry lambat sebesar Rp.51.528 dan besaran nilai tarif berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pengguna ferry lambat sebesar Rp.30.470. Apabila ada peningkatan kualitas pelayanan, maka rata-rata jumlah yang bersedia ditambahkan oleh responden adalah sebesar Rp.2.600. Kencenderungan nilai tarif ATP berada di atas tarif WTP menggambarkan bahwa pengguna ferry lambat didominasi oleh kelompok choiced riders yang mempunyai penghasilan relatif tinggi tetapi memiliki keinginan membayar di bawah kemampuan membayar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK