Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYA FOTOGRAFI PRODUK BELANJA DARING ATAS PENGGUNAAN CIPTAAN SECARA KOMERSIAL DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Dara Mulia Zahri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010175
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
DARA MULIA ZAHRI,
2020
T. HAFLISYAH, S.H., M.Hum.
Setiap orang yang memanfaatkan suatu karya fotografi khususnya karya fotografi produk belanja daring untuk kepentingan pribadi wajib diketahui serta mendapat izin dari pencipta atau pemegang hak cipta sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) UUHC : Setiap orang yang melaksanakan hak ekonomi wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. Namun, dalam praktik di Kota Banda Aceh masih terjadi pelanggaran hak cipta atas karya fotografi produk belanja daring yang dilakukan oleh pelaku usaha belanja daring lainnya.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta karya fotografi sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, faktor yang menyebabkan tidak didaftarkannya karya fotografi produk belanja daring oleh pelaku usaha belanja daring, dan upaya yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha belanja daring dan pihak terkait untuk mencegah pelanggaran hak cipta karya fotografi produk belanja daring
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis-empiris yaitu penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in-action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat, ialah melakukan penelitian menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer yang dilakukan melalui wawancara dengan responden dan informan sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan perlindungan hak cipta karya fotografi produk belanja daring di Kota Banda Aceh belum berjalan sebagaimana mestinya, karena masih terjadi pelanggaran terhadap hak cipta karya fotografi yang tidak dilakukan pencatatan sesuai dengan asas deklaratif ( yang pertama kali mengumumkan ). Adapun faktor tidak didaftarkannya karya fotografi produk belanja daring oleh pelaku usaha belanja daring yaitu jumlah karya fotografi yang tidak menentu dan lemahnya pengetahuan hukum.
Diharapkan kepada Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Aceh agar pelaksanaan perlindungan hak cipa atas karya fotografi produk belanja daring khususnya terus ditingkatkan, dengan mensosialisasikan UUHC terhadap para pencipta dan pengguna hak cipta sehingga dapat meningkatkan kesadaran hukum dan mengetahui manfaat dari melakukan pencatatan atas ciptaannya..
Tidak Tersedia Deskripsi
PELANGGARAN HAK CIPTA KARYA FOTOGRAFI TERHADAP PENGGUNAAN SECARA KOMERSIAL TANPA IZIN PENCIPTA PADA MEDIA SOSIAL (Safira Mahruzza, 2023)
PERLINDUNGAN HAK CIPTA KARYA FOTO PRODUK YANG DIPUBLIKASIKAN MELALUI INSTAGRAM BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 (SUATU PENELITIAN DI BANDA ACEH) (CUT GEBRINA TASSHA, 2021)
PERLINDUNGAN KARYA CIPTA FOTOGRAFI DALAM SUATU HUBUNGAN KERJA DI KOTA BANDA ACEH (M. Hafidz Maulana, 2014)
PERLINDUNGAN HAK CIPTA KARYA TULIS NOVEL DIGITAL TERHADAP PENGGANDAAN TANPA IZIN PENCIPTA (Viola Najla, 2023)
PERLINDUNGAN HAK FOTOGRAFER MELALUI MEDIA SOSIAL DI KOTA BANDA ACEH (MARDIANA, 2019)