<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="76479">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM PADA ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN ABU BATUBARA SEBAGAI FILLER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DENNIS MIRZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Dalam pengertian teknik sipil, aspal merupakan salah satu benda pengikat perkerasan yang paling banyak dipakai untuk konstruksi jalan. Jalan merupakan salah satu sarana penting yang digunakan masyarakat untuk transportasi darat. Campuran aspal porus merupakan campuran aspal yang memungkin air meresap bebas kedalam perkerasan jalan dengan menggunakan saluran samping sebagai akses keluarnya air sehingga tidak terjadi genangan pada permukaan dan mengurangi terjadinya slip pada ban kendaraan saat terjadinya hujan. Aspal porus merupakan campuran aspal dengan proposi agregat halus yang rendah guna mendapatkan ruang pori yang tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi styrofoam pada aspal terhadap karakteristik aspal porus dengan abu batu bara sebagai filler. Pada penelitian ini Menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan campuran substitusi styrofoam. Styrofoam yang merupakan bahan limbah buangaan dapat di manfaatkan secara maksimal untuk konstruksi perkerasan jalan, Styrofoam ini dapat menjadi bahan alternatif untuk menggantikan bahan-bahan tambahan yang selama ini dipakai untuk pembuatan aspal modifikasi. Metode yang digunakan yaitu Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Penentuan KAO dengan metode AAPA hanya mensyaratkan tiga parameter yaitu kadar rongga dalam campuran (VIM), Cantabro loss dan Asphalt flow down (AFD). Kadar aspal optimum adalah kadar aspal yang bisa menghasilkan sifat campuran terbaik. Besarya nilai kadar aspal optimum diperoleh dari hasil evaluasi parameter Marshall terhadap nilai karakteristik campuran seperti stabilitas, rongga udara dalam campuran (VIM), dan Marshall quotient (MQ). &#13;
&#13;
Kata Kunci: Aspal porus, abu batubara, styrofoam.&#13;
&#13;
&#13;
v&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>76479</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-02 14:38:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-04 11:00:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>