ADAT TUNANGAN DI KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ADAT TUNANGAN DI KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

PUTRI FARHATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606104010052

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Putri Farhati. 2020. Adat Tunangan Di Kabupaten Bireuen. Skripsi Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing :
(1) Dr. Fadhilah, M. Pd., (2) Dra. Fikriah Noer, M.Pd

Kata Kunci :Adat, Tata Cara, Tunangan
Tata cara adat pertunangan yang ada di Kabupaten Bireuen terdapat beberapa tahapan diantaranya acara cah rauh, acara meulake dan jak ba tanda, namun diantara semua tahapan acara tersebut terdapat sedikit perubahan didalam proses acara pertunangannya. Tujuan penelitian ini pertamauntuk mengetahui tata cara adat tunangan yang ada di Kabupaten Bireuen; kedua untuk mengetahui makna simbolis seserahan yang dibawakan pada saat acara tunangan; ketiga mengetahui tanggapan masyarakat terhadap perubahan adat tunangan yang terjadi pada zaman sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 responden yang terdiri dari 2 responden yang sedang melakukan pertunangan, 5 responden tokoh masyarakat beserta masyarakat Bireuen dan satu respon Ketua MAA Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tata cara adat petunangan di Kabupaten Bireuen masyarakat masih tetap melestarikantata cara adat tunangan yang ada. Namun ada menambahkan sedikit perubahan didalam acara pertunangan tersebut, selanjutnya dari hasil wawancara dari 5 responden menjelaskan terdapat makna simbolis didalam seserahan yang dibawakan pada saat acara pertunangan. Meskipun mengalami sedikit perubahan didalam adat pertunangan diharapkan tidak terjadi kesalapahaman pendapat didalam masyarakat karena sebagai masyarakat Bireuen harus bisa menerima perubahan yang terjadi dan juga harus saling menghargai dan menghormati keputusan dari berbagai pihak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK