ANALISIS POTENSIAL KOROSI PADA BETON BUSA BERTULANG SG 1,4 DENGAN DAN TANPA SERAT POLYPROPYLENE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS POTENSIAL KOROSI PADA BETON BUSA BERTULANG SG 1,4 DENGAN DAN TANPA SERAT POLYPROPYLENE


Pengarang

RAHMATUL FADHILAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010083

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Suatu penelitian untuk mengurangi massa beton dilakukan guna menghasilkan beton yang ringan. Pembangunan konstruksi di daerah pesisir mengakibatkan tulangan beton rentan terhadap korosi pada struktur beton bertulang. Korosi tulangan dapat mengurangi dimensi dan kelekatannya pada beton sehingga terjadi perlemahan pada konstruksi. Selain berat, beton juga rentan terhadap retak. Solusi yang tepat untuk mengurangi keretakan pada beton adalah dengan penambahan serat, salah satunya serat polypropylene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan ada dan tidak adanya pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap potensial korosi tulangan beton busa. Benda uji berbentuk balok yang berdimensi 10×10×100 cm dengan tulangan D13. Variasi benda uji yang dibuat yaitu, benda uji dengan dan tanpa penambahan serat polypropylene, menggunakan anoda korban terhubung dengan dan tanpa serat polypropylene, dan menggunakan anoda korban tidak terhubung dengan dan tanpa serat polypropylene. Proses wet dry cycle dengan larutan NaCl 3,5% dilakukan selama 12 minggu (3 bulan) dan diiringi pengambilan data setiap 7 hari menggunakan alat ukur digital half-cell potential meter. Hasil pada benda uji balok yang tidak menggunakan anoda korban (B1TS;B1S) dan yang memiliki anoda korban tidak terhubung (B2TS;B2S) menunjukkan keempat benda uji tersebut sudah termasuk dalam kondisi tingkat korosi sangat tinggi menurut tabel ASTM C876. Berdasarkan Diagram Pourbaix, benda uji yang memiliki anoda korban terhubung (B3TS;B3S) sudah berada dalam wilayah transisi dari fase korosi ke fase immunity. Pada pengaruh penggunaan serat diperoleh potensial korosi terbesar terjadi pada beton busa bertulang berserat polypropylene (B1S) dengan rata-rata nilai potensial sebesar -616.752 mV dibandingkan dengan beton busa bertulang tanpa serat polypropylene (B1TS) yang memiliki nilai potensial sebesar -590.803 mV.

Kata Kunci : Beton busa bertulang, Beton busa bertulang berserat polypropylene, potensial korosi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK