KETAHANAN BETON MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP LARUTAN GARAM KLORIDA DAN SULFAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KETAHANAN BETON MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP LARUTAN GARAM KLORIDA DAN SULFAT


Pengarang

Naifah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton Mutu Tinggi (BMT) merupakan salah satu alternatif untuk membangun infastruktur yang memerlukan kekuatan beton yang tinggi. Untuk mencapai kekuatan beton yang tinggi diperlukan kepadatan beton yang tinggi pula, sehingga diperlukan semen yang banyak pada beton untuk menutupi rongga-rongga kecil yang ada. Tanah diatomae dapat menjadi salah-satu alternatif untuk mengurangi pengunaan semen pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketahanan beton mutu tinggi dengan menggunakan tanah diatomae sebagai substitusi semen terhadap serangan garam klorida (NaCl) dan garam sulfat (Na2SO4). Dalam penelitian ini digunakan tanah diatomae sebagai substitusi semen dengan variasi 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat semen. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,3 dengan tambahan Superplasticizer tipe F untuk menjaga workabilitas beton sebesar 1,5% dari berat semen. Tanah diatomae yang digunakan terlebih dahulu dihaluskan sampai lolos saringan no. 200 dan dilakukan proses kalsinasi untuk mengaktifkan silika yang ada di dalam tanah diatomae. Benda uji kubus yang digunakan berukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Benda uji dibuat sebanyak 9 buah untuk setiap variasi, sehingga total benda uji berjumlah 36 buah. Setelah dilakukan perawatan selama 28 hari, 3 buah benda uji masing-masing direndam dalam larutan NaCl dan Na2SO4 dengan konsentrasi 10% selama 1 bulan, dan 3 buah benda uji lainnya tidak direndam dan digunakan sebagai benda uji kontrol. Pemeriksaan yang dilakukan berupa perubahan visual, perubahan massa, dan perubahan kuat tekan. Jika dilihat dari tampak visual, BMT yang mengalami kerusakan paling sedikit adalah BMT dengan 15% tanah diatomae pada rendaman larutan NaCl, dan BMT dengan 10% tanah diatomae pada rendaman larutan Na2SO4. Penurunan massa paling kecil akibat perendaman dalam larutan NaCl dan Na2SO4 masing-masing terjadi pada BMT dengan 15% tanah diatomae, yaitu sebesar 0,11% dan 10% tanah diatomae, sebesar 0,13%. Penurunan kuat tekan akibat serangan NaCl paling kecil terjadi pada subtitusi 15% tanah diatomae dengan kuat tekan sisa sebesar 99,95% dari kuat tekan awal. Penurunan kuat tekan terkecil akibat serangan Na2SO4 terjadi pada subtitusi 10% tanah diatomae sebesar 97,93% dari kuat tekan awal. Sehingga BMT substitusi 15% tahan terhadap larutan NaCl, dan BMT substitusi 10% tahan terhadap larutan Na2SO4.
Kata kunci: beton mutu tinggi, tanah diatomae, tampak visual, kehilangan massa, kuat tekan, NaCl, Na2SO4.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK