<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="75807">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGGUNAAN PHASE ONLY CORRELATION (POC)UNTUK APLIKASI PENCOCOKAN BARCODE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iin Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Barcode atau kode baris adalah garis-garis hitam yang dibuat  secara unik menurut kode  tertentu, umumnya digunakan sebagai identifikasi    terhadap suatu objek atau barang. Sistem pengenalan    barcode  adalah  suatu sistem  yang mampu mengenali sandi barcode dimana   sandi   ini  digunakan untuk menyandikan  suatu objek atau barang.  Pada saat melakukan identifikasi, kesulitan yang sering dijumpai  yaitu sistem tidak dapat  mengenali  barcode   dalam  kondisi  yang tidak jelas/tertutup.  Dengan menggunakan algoritma Phase Only Correlation (POC) kesulitan  tersebut dapat teratasi sehingga barcode dapat teridentifikasi.  Dalam tugas akhir ini, dikembangkan metode identifikasi  barcode  dengan menggunakan algoritma Phase Only  Correlation (POC), yaitu  mengorelasikan  dua buah gambar dengan mengubah domain  spasial  gambar menjadi domain  frekuensi  untuk mendapatkan nilai phase-nya.  Untuk mengubah dari domain  spasial gambar menjadi domain  frekuensi digunakan algoritma 2D-Discrette Fourier  Transform.  Citra barcode  yang ada di  database  dicocokkan  dengan citra barcode  query.  Di database  terdapat barcode  yang normal maupun yang telah mengalami proses perlakuan seperti: translasi, rotasi, dan perubahan iluminasi. Sedangkan citra  query  adalah  citra  normal.  Hasil  simulasi  menunjukkan  bahwa metode  ini  cocok  dipakai  pada  barcode   yang  mengalami   proses  translasi  dan perubahan iluminasi, tetapi kurang cocok untuk rotasi.&#13;
&#13;
Kata    Kunci    :        Barcode,   Phase   Only  Correlation   (POCJ,   2D-Discrete   Fourier&#13;
Transform&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>75807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-28 15:29:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-28 15:30:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>