PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI BANDA ACEH


Pengarang

Maisarah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1004104010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik - Arsitektur., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

726

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI BANDA ACEH
Oleh:
MAISARAH
NIM: 1004104010032

Sesuai visi misi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Model Kota Madani dengan Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Islami membuat Banda Aceh membutuhkan suatu fasilitas yang dapat menampung, mengkaji, mengembangkan dan menyebarluaskan hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Islam. Berdasar studi banding kegiatan obyek sejenis, didapatkanlah fasilitas yang dibutuhkan untuk mewadahi seluruh kegiatan tersebut yaitu area museum, galeri pembelajaran, perpustakaan, cafetaria, auditorium, ruang seminar serta ampiteater. Lokasi perancangan Pusat Kebudayaan Islam ini terletak di kecamatan Baiturrahman tepatnya di Jalan Diponegoro dengan luas lahan 1,1 Ha. Tapak merupakan kawasan pengembangan pariwisata budaya yang berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman sebagai tengaran Kota Banda Aceh dan juga Gampong Peulanggahan sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam. Menurut UU No.11 Tahun 2010 Bab III mengenai Kriteria Cagar Budaya Bagian Kesatu (Benda, Bangunan, Dan Struktur) Cagar Budaya terdapat dua bangunan wajib konservasi di tapak tersebut yaitu bangunan Atjeh Drukkerij dan Perusahaan Mobil Aceh Bagian Selatan (PMABS). “Islamic Cultural Expression” adalah tema diambil dalam perancangan ini yang berarti bagaimana kita dapat mengekspresikan sifat-sifat kebudayaan Islam pada desain Pusat Kebudayaan Islam ini. Interpretasi tema terlihat pada fasade bangunan, pembagian zona koleksi, konsep konservasi, konsep orientasi pada Krueng Aceh serta pada konsep struktur dan utilitas. Rancangan bangunan terdiri dari tiga (3) lantai bangunan dengan luas total 1,2 Ha dengan area terbangun seluas 0,5 Ha serta berorientasi ke Krueng Aceh sebagai penerapan konsep rancangan perkotaan Waterfront.

Kata Kunci: pariwisata, kebudayaan Islam, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, koleksi, konservasi, ruang perkotaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK