PRARANCANGAN PABRIK KLOROFORM BERBAHAN BAKU ASETON DAN NATRIUM HIPOKLORIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 15.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PRARANCANGAN PABRIK KLOROFORM BERBAHAN BAKU ASETON DAN NATRIUM HIPOKLORIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 15.000 TON/TAHUN


Pengarang

MUNADIYA MASRURA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604103010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik kloroform ini menggunakan bahan baku aseton dan natrium hipoklorit. Reaksi antara aseton dan natrium hipoklorit menghasilkan kloroform dikenal sebagai reaksi haloform.
Kapasitas produksi pabrik ini adalah 15.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 140 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan Jln. Rancong, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dengan luas tanah 26.000 m2. Sumber air pabrik ini berasal dari Sungai Krueng Geukueh, Aceh Utara dengan total kebutuhan air sebesar 75.464,37 kg/jam, serta untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 1,04 MW diperoleh dari generator diesel dan PLN.
Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut :
1. Fixed Capital Investment = Rp 1.280.289.611.766,-
2. Working Capital Investment = Rp 320.072.402.941,-
3. Total Capital Investment = Rp 1.600.362.014.707,-
4. Total Biaya Produksi = Rp 1.139.003.492.000,-
5. Hasil Penjualan = Rp 1.590.216.823.211,-
6. Laba Bersih = Rp 336.388.647.057,-
7. ROR = 21,15 %
8. Pay Out Time (POT) = 4,6 tahun
9. Break Event Point (BEP) = 31,99 %
Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik kloroform berbahan baku aseton dan natrium hipoklorit ini layak dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK