<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="75228">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA JARINGAN UNTUK VIDEOCONFERENCEBERBASIS PROTOKOL H.323</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chandra Nurmansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Videoconference (vicon)  berbasis   protokol H.323   merupakan  suatu  teknologi telekomunikasi audiovisual (audio dan  video) yang  memungkinkan  dua  lokasi  atau lebih  untuk  berinteraksi   lewat  video  dan  audio  secara  simultan.   Protokol  H323 berjalan   diatas  jaringan  Internet  Protokol  (IP)  yang  tidak  memberikan   jaminan Quality of Service  (QoS). Gangguan seperti delay, jitter,dan lost dalam  koneksi jaringan IP sering terjadi. Gangguan-ganguan tersebut dapat  mempengaruhi performansi jaringan dan  berefek  pada  kuali tas  vicon.  Sehingga,  diperlukan  sebuah mekanisme  analisa   untuk  mengukur kualitas sistem koneksi jaringan  tersebut sebelum   pelaksanaan acara  dimulai. Penelitian   ini  bertujuan  untuk   membangun mekanisme  analisa protokol  H32dan mengukur faktor dominan  yang mempengaruhi   komunikasi  protokol  H.323, yaitu  faktor  jaringan.  Degradasi performansi jaringan berdasarkan  nilai delay, jitter,  dan lost yang diberikan  ke dalam jaringan   pada    penelitian  ini ada tiga katagori, yaitu bagus, dapat diterima (acceptable), dan jelek  dengan  nilai delay masing-masing  adalah 50, 250, dan  1000 ms.  Sedangkan, untuk  nilai jitter sebesar  (0-20),  (21-50),  dan (1001-4000)  ms, serta untuk nilai lost sebesar 0.3%,  1 %, dan 80%.  Hasil pengukuran  pada jaringan  berskala kecil,  secara  berurutan   masing-masing  kategori   gangguan  delay  dan jitter  di  atas dapat  menu.runkan  throughput  outgoing vicon berkondisi  Normal  hingga  mencapai0.045%,  0.168%,  dan  19.185%.  Sedangkan,  pada  jaringan  berskala  besar  3.177%,4.402%,  8.472%.  Gangguan   lost yang  diberikan  ke  dalam  jaringan  berskala  kecil mampu   menurunkan    throughput   outgoing  vicon  hingga   0.346%,    1.001%,   dan 90.522%.   sedangkan,  pada  jaringan  berskala   besar  sebesar     6.63%,  6.83%,  dan 80.436%.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Videoconference, protokol H.323, delay, jitter,  lost, throughput outgoing&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>75228</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-19 15:33:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-19 15:40:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>