Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DALAM MENGHADAPI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Izzatun Nisa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1607101010148
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.123
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tingginya tingkat kecemasan serta terputusnya perawatan kesehatan akibat gempa bumi dan tsunami menjadikan penderita penyakit jantung koroner rentan terhadap resiko perburukan penyakit, eksaserbasi, bahkan kematian mendadak akibat serangan jantung. Untuk mengurangi hal tersebut, penderita penyakit jantung koroner harus memiliki kesiapsiagaan yang cukup dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesiapsiagaan penderita jantung koroner dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berdasarkan zona kerentanan tsunami di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengukuran tingkat kesiapsiagaan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR dan disesuaikan dengan Guidelines for Disaster Medicine for Patients With Cardiovascular Disease (JCS 2014/JSH 2014/JCC 2014) yang telah divalidasi. Validitas kuesioner menggunakan metode Content Validity Ratio (CVR). Sampel dikumpulkan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 63 responden didapatkan mayoritas pasien jantung koroner memiliki tingkat kesiapsiagaan dengan kategori kurang siap (44.6%). Nilai indeks kesiapsiagaan responden di zona rawan (51.2) sedikit lebih tinggi dari zona tidak rawan (51.6). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value sebesar 0,598 (>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami pada penderita penyakit jantung koroner yang berdomisili di zona rawan tsunami dengan penderita penyakit jantung koroner yang tinggal di zona tidak rawan tsunami.
Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Kesiapsiagaan Bencana, Zona Kerentanan Tsunami
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBEDAAN INDEKS KESIAPSIAGAAN SISWA SMA NEGERI MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH (ROSA ELYZA PUTRI, 2020)
PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN DOKTER PUSKESMAS DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH (BALQIS QONITA, 2020)
PERBANDINGAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI PADA IBU HAMIL DI KOTA BANDA ACEH (ARDIANSYAH YOLANDA PUTRA, 2020)
MODIFIKASI MODEL SUSCEPTIBLE-EXPOSED-INFECTED (SEI) UNTUK PEMODELAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (Wardatul Jannah, 2016)
EVALUASI PENYEGARAN PENGETAHUAN PERAWAT KESEHATAN JIWA MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR. (Roslaini, 2025)