Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PERBANDINGAN KUAT LEKATAN MATERIAL KOMPOSIT FRP SERAT RAMI DAN SERAT ABAKA PADA PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG
Pengarang
SAPRIADIN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1504101010079
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah salah satu material komposit yang terdiri atas matrik resin polimer yang diperkuat dengan serat gelas atau serat karbon. Pemanfaatan serat alam sebagai material FRP untuk beton bertulang dapat menjadi alternatif. Serat alam mempunyai kuat tarik yang baik, ketersediaan bahan yang banyak di alam terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dan proses pembuatannya ramah terhadap lingkungan. Beberapa serat alam yang telah diteliti dan dieksplorasi untuk menghasilkan material komposit adalah serat rami dan serat abaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan lekatan Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP) pada beton bertulang dan kontribusinya terhadap perkuatan beton bertulang. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan memberikan beban tarik pada benda uji beton bertulang yang diperkuat oleh NFRP, dimana benda ujinya berbentuk balok dengan ukuran 10x10x30 cm dan memiliki tulangan tunggal berdiameter 10 mm ditengah penampang. Perkuatan dilakukan dengan menempelkan serat NFRP pada kedua sisi balok. Lebar FRP serat alam adalah sebesar 50 mm dengan variasi panjang lekatan 120 mm dan 75 mm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan serat yang paling efektif pada kekuatan balok beton bertulang adalah serat abaka searah tiga lapis, dimana penggunaan serat tersebut regangan luluh yang diperoleh sebesar 62,88 µ? melebihi regangan luluh baja tulangan pada balok tersebut sebesar 34,71 µ? yang artinya setelah baja putus serat tersebut masih mengalami deformasi hingga sebelum balok hancur. Nilai kuat lekatan rata-rata serat NFRP terendah terdapat pada serat yang memiliki panjang lekatan 120 mm dengan nilai kuat lekatan maksimum sebesar 7,927 Mpa yang terdapat pada serat rami berjumlah 3 lapis, sedangkan serat yang memiliki panjang lekatan 75 mm adalah serat dengan rata-rata kuat lekatan yang tinggi dengan nilai kuat lekatan maksimum sebesar 11,846 Mpa pada serat rami berjumlah 1 lapis.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERILAKU LEKATAN ANTARA BETON DAN NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) DENGAN UJI LEKATAN GESER (Muhammad Azwar, 2022)
PERILAKU KUAT LEKATAN ANTARA BALOK BETON BERTULANG DAN NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) UNTUK PERKUATAN STRUKTUR (SHAFIRA SALSABILA, 2021)
KUAT LEKATAN ANTARA BETON BERTULANG DAN NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) SERAT ABAKA DENGAN VARIASI PEREKAT UNTUK PERKUATAN STRUKTUR (RAHMI RABAIYANI JODA, 2021)
KUAT LEKATAN ANTARA MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) SERAT ABAKA DAN BETON UNTUK PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG (NAZIRA SUHA AL BAKRI, 2021)
KUAT LEKATAN MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) BERBAHAN DASAR SERAT NANAS DAN SUTRA TERHADAP BETON UNTUK PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG (SARAH NADIA, 2021)