<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7467">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KADARLAKTAT YANG TINGGI DENGAN KADAR LAKTAT YANG RENDAH TERHADAP KESINTASAN PASIEN SEPSIS BERAT YANG DISEBABKAN OLEH PNEUMONIA RNDI RSUD DR. ZAINOELABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Musdalita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laktat adalah hasil metabolisme akhir glukosa dalam keadaan anaerob yang merupakan parameter laboratoris yang memiliki nilai klinis yang sangat besar, mudah,dan relatif murah di dalam evaluasi penanganan pasien dengan sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesintasan antara pasien dengan kadar laktat tinggi dan kelompok pasien dengan kadar laktat yang rendah pada pasien sepsis berat yang disebabkan pneumonia. Penelitian dilakukan secara kohort prospektif sejak November 2013 – Maret 2014  diruang rawat penyakit dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pada 46 subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, 23 orang pasien termasuk dalam kelompok laktat tinggi (&gt;4 mmol/l) dan 23 orang dalam kelompok laktat rendah (2-4 mmol/l),subjek diikuti 10 hari kematian. Analisis kesintasan digunakan untuk melihat perbedaan kesintasan pada kedua kelompok, data disajikan dalam bentuk kurva Kapplan Meier. Hazard Rasio dihitung menggunakan Cox regression model dan analisis perancu dilakukan dengan menggunakan multivariate cox regression. Hasil penelitian ini mendapatkan laju kesintasan (SurvivalRate) pada kelompok pasien dengan kadar laktat tinggi adalah sebesar 21,7% dan pada kelompok pasien dengan kadar laktat rendah sebesar 78,3% dengan Hazard Rasio sebesar 6,00 (IK95%; 2,21 – 16,33); p</note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA-MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>7467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-07-17 11:36:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-09 10:32:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>