HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN SNDROM KORONER AKUT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN SNDROM KORONER AKUT


Pengarang

AZKA NABILLA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101010063

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Sindrom koroner akut merupakan bagian dari penyakit jantung yang didasari oleh aterosklerosis. Aterosklerosis adalah proses pembentukan plak yang melibatkan lemak, sel otot polos pembuluh darah, sel inflamasi, dan jaringan ikat di tunika intima arteri. Rasio neutrofil limfosit sebagai penanda inflamasi ikut terlibat dalam proses patofisiologi aterosklerosis yang bermanifestasi sebagai sindrom koroner akut dan penyakit jantung koroner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasio neutrofil limfosit dan derajat keparahan sindrom koroner akut. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional retrospektif dengan disain cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap Raudhah 1, Instalasi Kateterisasi Jantung, dan Instalasi Rekam Medik RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dalam rentang bulan Desember 2019-Juli 2020. Data rasio neutrofil limfosit diperoleh dari rekam medis dan derajat keparahan sindrom koroner akut diukur dengan menggunakan skor Gensini melalui hasil tindakan angiografi. Jumlah sampel penelitian ini adalah 30 responden dengan jenis kelamin laki-laki 29 orang (96,7%) dan jenis kelamin perempuan 1 orang (3,3%). Distribusi usia terbanyak berada pada rentang 51-60 tahun (50,0%) diikuti 41-50 tahun (30,0%). Diagnosis terbanyak adalah STEMI (73,3%), diikuti UAP (16,7%) dan NSTEMI (10,0%). Analisis data dengan Uji Korelatif Spearman pada kedua variabel menunjukkan bahwa nilai p=0.352 (p>0.05). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara rasio neutrofil limfosit terhadap derajat keparahan sindrom koroner akut.

Kata kunci: Rasio Neutrofil Limfosit, Sindrom Koroner Akut, Skor Gensini

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK