DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA YANG MELAKUKAN INTERCOURSE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA YANG MELAKUKAN INTERCOURSE


Pengarang

M. Rizki Andian - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101130047

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Psikologi Fakultas kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Intercourse merupakan salah satu bentuk perilaku seksual yaitu melakukan hubungan kelamin atau bersetubuh. Remaja melakukan intercourse dipengaruhi faktor keluarga, pertemanan, serta informasi seksual yang keliru. Remaja yang melakukan intercourse ketika masa pranikah mengalami dinamika psikologis berupa konflik emosi serta kognitif. Dinamika psikologis merupakan sesuatu yang mengandung arti dorongan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis remaja yang melakukan intercourse. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini berjumlah tiga orang (dua orang laki-laki & seorang perempuan) yang diperoleh melalui teknik typical sampling dan snowball sampling. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menonton film porno dan adanya kesempatan untuk berpacaran dengan tanpa pengawasan dari lingkungan menyebabkan responden penasaran untuk melakukan intercourse dengan pacar. Keadaan diri remaja yang mengalami perubahan fisik (pubertas), emosi yang labil dan penasaran terhadap perilaku seksual menyebabkan perubahan nilai serta sikap yang cenderung positif terhadap intercourse dalam masa pacaran. Ketiga responden mengalami dinamika psikologis berupa perasaan takut, cemas, panik dirasakan saat melakukan intercourse, sedangkan rasa bersalah dirasakan sesudah melakukan intercourse. Rasa takut dialami oleh ketiga responden dikarenakan adanya kekhawatiran bahwa segala bentuk aktivitas seksual responden diketahui oleh orangtua dan juga resiko kehamilan yang harus dihadapi oleh ketiga responden dan pacarnya.
Keyword: Intercourse, Dinamika psikologis, Remaja.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK