EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI SIMPANG AMD BATOH KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI SIMPANG AMD BATOH KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Irmalisa Marfirrah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak


Simpang AMD Batoh merupakan salah satu simpang yang terletak di Kota Banda Aceh. Simpang ini dapat menghubungkan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang termasuk dalam bagian greater city. Berkembangnya perekonomian pada wilayah greater city mengakibatkan meningkatnya mobilitas penduduk yang juga berpengaruh terhadap pemilihan sepeda motor sebagai transportasi utama di Kota Banda Aceh. Peningkatan penggunaan sepeda motor mengakibatkan penumpukan sepeda motor tak berarturan di persimpangan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi arus lalu lintas yang tidak lancar yaitu penerapan ruang henti khusus (RHK) sepeda motor di persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan RHK pada simpang AMD Batoh. Penentuan efektivitas dilihat dari kinerja simpang bersinyal yang menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan persentase tingkat keterisian pada RHK di simpang AMD Batoh menggunakan Pedoman Perencanaan RHK Sepeda Motor pada Simpang Bersinyal di Kawasan Perkotaan. Hasil pengamatan menyatakan bahwa volume jam puncak tertinggi yaitu pada hari Senin (9 Maret 2020) pukul 07.00-08.00 WIB sebesar 3220 smp/jam. Selanjutnya hasil perhitungan kinerja simpang bersinyal diperoleh derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,53-0,79 dengan panjang antrian 36,3-81,8 meter dan tundaan simpang sebesar 43,23 det/smp. Nilai keterisian RHK pada bagian utara sebesar 57% dan bagian selatan 44%, ini menunjukkan kurang berhasil diterapkan RHK pada simpang tersebut.

Kata Kunci: Efektivitas, ruang henti khusus, sepeda motor, Kota Banda Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK