Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PELAKSANAAN KEWENANGAN PEMERINTAH ACEH DALAM REHABILITASI HUTAN
Pengarang
TIARA REZEKI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
TIARA REZEKI PELAKSANAAN KEWENANGAN PEMERINTAH
2020 ACEH DALAM REHABILITASI HUTAN
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vii 58), pp., bibl., tabl., app.
Kurniawan, S.H., LL.M.
Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan, bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kehutanan dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi. Dalam undang-undang sebelumnya, pengelolaan hutan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Pelaksanaan rehabilitasi hutan berpatokan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor P.105/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan, Kegiatan Pendukung, Pemberian Intensif, Serta Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Melihat keadaan tutupan hutan Aceh yang semakin berkurang setiap tahunnya, membuat Pemerintah Aceh dalam melaksanakan kewenangannya mengelola hutan mengalami kesulitan merehabilitasi kawasan hutan yang mengalami kerusakan. Diakhir tahun 2019 tutupan hutan Aceh hanya tersisa 2.989.212 hektare.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini betujuan untuk mengkaji pelaksanaan kewenangan Pemerintah Aceh dalam merehabilitasi hutan di Aceh, apa saja hambatan yang dialami Pemerintah Aceh dalam melaksanakan kewenangan tersebut, serta bagaimana upaya Pemerintah Aceh dalam menghadapi hambatan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Analisis dari penelitian ini dilakukan dengan mengolah data kepustakaan serta data lapangan dengan mewawancarai informan dan responden.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan rehabilitasi oleh Pemerintah Aceh belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa hambatan diantaranya, laju kerusakan hutan yang tidak setara dengan masa rehabilitasi hutan yang sudah rusak, kurangnya kompetennya sumber daya manusia dalam pelestarian dan perlindungan hutan, dan belum terbentuknya lembaga pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.
Disarankan kepada Pemerintah Aceh untuk mengajukan kepada Pemerintah Pusat agar segera membentuk Lembaga Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).
Tidak Tersedia Deskripsi
PELAKSANAAN PEMBERIAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN TANAMAN INDUSTRI DI KABUPATEN ACEH UTARA (AZRINA, 2016)
KEWENANGAN PEMERINTAH ACEH DALAM PENANGANAN KASUS PERAMBAHAN HUTAN KONSERVASI SECARA ILEGAL MENURUT QANUN ACEH NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG KEHUTANAN ACEH (CUT FITRI MULIA, 2025)
PENYUSUNAN ANGGARAN KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN ACEH (DERY RANDA S.I, 2018)
STUDI PERUBAHAN SEBARAN HUTAN MANGROVE PRA DAN PASCA TSUNAMI DI ACEH JAYA (Syartika Andi Putri, 2015)
KEWENANGAN PEMERINTAH ACEH DALAM PEMBERIAN IZIN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN (IPPKH) (M.FITRA, 2023)