UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN DAN BUAH PARE BELUT (TRICHOSANTHES CUCUMERINA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN DAN BUAH PARE BELUT (TRICHOSANTHES CUCUMERINA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI


Pengarang

Zelly Rezki Oktora - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408109010022

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Uji aktivitas ekstrak metanol daun dan buah pare belut (Trichosanthes cucumerina L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol daun dan buah pare belut dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Ekstrak diperoleh menggunakan metode sokletasi dengan pelarut metanol yang telah didestilasi. Hasil karakterisasi simplisia daun pare belut diperoleh kadar air sebesar 7,6%, kadar abu total 14,61% kadar sari larut air 32,5% dan kadar sari larut etanol 15,83%, untuk simplisia buah pare belut diperoleh kadar air 9,6%, kadar abu total 6,28%, kadar sari larut air 33,3%, dan kadar sari larut etanol 28,33%, selanjutnya ekstrak daun pare belut diperoleh kadar air sebesar 27,7%, kadar abu total 9,03%, kadar sari larut air 47,5%, dan kadar sari larut etanol 50,83%, untuk ekstrak buah pare belut diperoleh kadar air sebesar 27,5%, kadar abu total 4,6%, kadar sari larut air 49,16%, dan kadar sari larut etanol 53,3%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun pare belut mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin, dan steroid, sedangkan ekstrak buah pare belut mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan variasi konsentrasi 2,5; 5; 15; 25; dan 35%. Zona hambat terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 35% terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Aktivitas antibakteri ekstrak daun dan buah pare belut lebih besar terhadap bakteri E. coli dengan diameter sebesar 6,30 mm dan 6,33 mm, sedangkan pada bakteri S. aureus hanya ada pada ekstrak buah dengan diameter sebesar 6,23 mm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK