KLASIFIKASI FRAGMEN METAGENOME MENGGUNAKAN METODE RANDOM FOREST DAN EKSTRAKSI CIRI K-MERS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KLASIFIKASI FRAGMEN METAGENOME MENGGUNAKAN METODE RANDOM FOREST DAN EKSTRAKSI CIRI K-MERS


Pengarang

M. Ilham Surya Alam - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1508107010013

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian di bidang metagenome merupakan salah satu bidang kajian bioinformatika yang cukup penting dan terus berkembang hingga kini. Metagenome merupakan kumpulan-kumpulan data genom yang berasal dari suatu komunitas mikroba di alam dan dapat digunakan untuk mengetahui fungsi biologis dari mikroba-mikroba tersebut. Ilmu yang mempelajari tentang metagenome disebut dengan metagenomika. Dalam ilmu metagenomika, proses sequencing untuk memperoleh DNA dilakukan tanpa pure clonal cultures dari sequencing individu tertentu melainkan secara langsung dari alam dan hal tersebut mengakibatkan kesalahan pada saat proses perakitan (assembly) fragmen untuk identifikasi lebih lanjut. Upaya untuk meminimalkan kesalahan pada saat proses perakitan dapat dilakukan dengan proses binning. Binning bertujuan untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan fragmen dari suatu organisme berdasarkan tingkat taksonomi tertentu. Pada penelitian ini, peneliti membuat model klasifikasi fragmen metagenome menggunakan metode Random Forest dan ekstraksi ciri k-mers pada tingkat taksonomi genus dari 3 genera bakteri yaitu Agrobacterium, Bacillus, dan Staphylococcus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang berhasil dibangun ada pada model 11 menggunakan panjang fragmen 10.000 bp dan ekstraksi ciri 4-mers dengan tingkat akurasi yaitu 99,71% sedangkan untuk pengujian terbaik dengan data uji terjadi pada model 12 menggunakan panjang fragmen 10.000 bp dan ekstraksi ciri 5-mers dengan tingkat akurasi yaitu 97,4%. Berdasarkan penelitian juga dapat disimpulkan bahwa panjang fragmen sangat mempengaruhi tingkat akurasi klasifikasi, semakin besar panjang fragmen maka semakin besar juga tingkat akurasi yang dihasilkan dan ratarata nilai k pada ekstraksi ciri k-mers yang tertinggi adalah 4-mers.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK