<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="73833">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSUMSI SAYUR TINGGI OKSALAT TERHADAP TERJADINYA BATU SALURAN KEMIH DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muammar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Batu saluran kemih: merupakan masalah kesehatan yang insidensinya menempati urutan ketiga tertinggi di bidang urologi. Salah satu penyebab paling tinggi terbentuknya batu saluran kemih adalah kalsium yang berikatan dengan oksalat, fosfat, dan asam urat. Sayur tinggi oksalat pada umumnya mengandung komposisi kristal tinggi terutama kalsium, mengonsumsi sayur tinggioksalat secara rutin dalam jangka waktu lama dapat menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit batu saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur tinggi oksalat terhadap terjadinya batu saluran kemih di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Studi ini menggunakan desain Case Control secara purposive sampling dengan jumlah responden 60 orang. Pengolahan data konsumsi sayur tinggi oksalat dengan menggunakan software Nutrittion Survey 2007 dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), kemudian dianalisis dengan uji Chi–Square. Asosiasi paparan (faktor risiko) dan kejadian penyakit dengan mencari nilai Odds Ratio (OR). Konsumsi sayur tinggi oksalat ada 29 orang (48,3%), jumlah kasus 19 orang (28,3%) dan kontrol 10 orang (20%) dengan jumlah usia terbanyak 45-65 tahun (56,7%) dan jenis kelamin laki-laki (71,7%).  Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value= 0,039 (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>73833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-12 14:45:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-13 09:42:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>