Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INVERSI 2D DATA DETERMINAN MAGNETOTELURIK (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera, Segmen Aceh) INVERSI 2D DATA DETERMINAN MAGNETOTELURIK (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera, Segmen Aceh) INVERSI 2D DATA DETERMINAN MAGNETOTELURIK (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera, Segmen Aceh) INVERSI 2D DATA DETERMINAN MAGNETOTELURIK (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera, Segmen Aceh) INVERSI 2D DATA DETERMINAN MAGNETOTELURIK (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera, Segmen Aceh) Inversi 2D Data Determinan Magnetotelurik (Studi Kasus pada Lintasan Sesar Sumatera Segmen Aceh)
Pengarang
Dedy Anshar RG - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0808102010029
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
551
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Telah dilakukan penelitian tentang permodelan inversi 2D data determinan magnetotellurik yang melintasi Sesar Sumatera Segmen Aceh dan Segmen Seulimeum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model resistivitas yang dihasilkan dari inversi 2D data Determinan tanpa harus menentukan arah strike. Penelitian menggunakan alat Magnetotellurik (MTU-5A Phoenix Geophysics,. Canada), Pengukuran ini dilakukan di dua lintasan utama yaitu Line C dan Line D yang memotong Sesar Sumatera Segmen Aceh dengan jarak antara stasiun pengukuran bervariasi. Lintasan 1 berawal dari Kabupaten Aceh Jaya dan berakhir di Kabupaten Pidie. Sedangkan, lintasan 2 berawal dari Kabupaten Aceh Jaya dan berakhir di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh. Pada saat melakukan pengukuran data dilapangan sulit untuk menentukan arah strike yang sebenarnya maka solusi yang diambil yaitu dengan memakai data Determinan.. Pengolahan data dan pemodelan data dilakukan dengan software MT2DInvMatlab. Berdasarkan Hasil inversi 2D data Determinan yang telah dilakukan berupa perbandingan nilai resistivitas dan konduktif dibawah permukaan bumi. Nilai Resistivitas yang paling besar yang terdapat pada lintasan C yaitu terdapat pada titik C2 dengan kedalaman 0 – 2500 m dengan nilai berkisar 100 – 500 ohm.m. Nilai Resistivitas yang paling besar yang terdapat pada lintasan D yaitu D4 dengan kedalaman 300 – 3500 m dengan nilai 500 – 3000 ohm.m. Berdasarkan nilai resistivitas yang didapat dari hasil pemodelan untuk Line C patahan terdapat antara titik C3 dan C4 dan untuk Line D patahan terdapat antara titik D4 dan D5. Karena daerah ini merupakan area yang konduktif, menurut peta geologi merupakan daerah penyebaran batu gamping, batu pasir, konglomeret dan batu lumpur.
Kata kunci : Magnetotellurik, Determinan, Patahan Sumatera, Inversi 2D
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS DIMENSIONALITAS DATA MAGNETOTELURIK PADA JALUR SESAR SUMATERA SEGMEN ACEH (Khumaidi, 2013)
PERBANDINGAN MODEL RESISTIVITAS
YANG DIHASILKAN DARI INVERSI 2D DATA MT
MODE TE, MODE TM DAN MODE TE+TM
(STUDI KASUS PADA SESAR SUMATERA SEGMEN ACEH) (Masykur Rizal, 2013)
IDENTIFIKASI STRUKTUR SESAR SUMATERA MENGGUNAKAN GEOMAGNMETIK DI KAWASAN ACEH BESAR (CINDY YORA NABILA, 2019)
IDENTIFIKASI SESAR BAWAH PERMUKAAN PADA DAERAH PANAS BUMI JABOI, SABANG MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER (SUCI SUKMA BAKHTAR, 2019)
INTERPRETASI 2D DATA MAGNETOTELLURIK BERDASARKAN MODEL INVERSI 1D (AZMI TAUFIQURRAHMAN, 2018)