PELACAKAN JUMLAH KORBAN RERUNTUHAN GEDUNG MENGGUNAKAN INDOOR POSITIONING SYSTEM BERBASIS BLUETOOTH LOW ENERGY (BLE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PELACAKAN JUMLAH KORBAN RERUNTUHAN GEDUNG MENGGUNAKAN INDOOR POSITIONING SYSTEM BERBASIS BLUETOOTH LOW ENERGY (BLE)


Pengarang

PRASANTI H - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1508107010077

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bencana alam merupakan peristiwa alam yang menjadi salah satu penyebab kerusakan di berbagai tempat salah satunya di Indonesia. Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Gempa bumi tidak hanya memberikan dampak pada infrastruktur negara, namun juga merenggut nyawa warga sekitar. Banyak korban berjatuhan akibat tertimpa reruntuhan gedung. Dalam proses pencarian korban, muncul permasalahan seperti sulitnya proses mendeteksi korban di dalam reruntuhan gedung secara akurat. Indoor Positoning System menjadi salah satu solusi untuk mendeteksi posisi sebuah objek di dalam gedung. Sistem ini menggunakan kekuatan sinyal untuk mendeteksi keberadaan sebuah objek dengan menggunakan metode fingerprinting. Metode ini menggunakan dua fase, yaitu training dan tracking. Fase training dilakukan dengan mengumpulkan data sinyal dari Bluetooth Low Energy (BLE) berjarak 2 meter dan 4 meter ke dalam sebuah database untuk dicari data yang paling akurat. Fase tracking, yaitu membandingkan data sebenarnya dengan data training menggunakan persamaan euclidean distance untuk dicari data yang paling mirip. Terdapat tiga poin pengujian meliputi pengujian akurasi, pengujian blackbox dan usability testing. Hasil akurasi yang didapatkan, yaitu data training berjarak 2 meter lebih baik dibandingkan data berjarak 4 meter. Pengujian blackbox juga dilakukan untuk menguji fungsionalitas dari aplikasi. Pengujian ini berhasil dilakukan yang menandakan sistem berjalan dengan semestinya. Usability testing juga dilakukan pada sistem ini dengan menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil yang didapatkan dari pengujian tersebut, yaitu aplikasi dapat diterima, hanya saja belum dapat memuaskan user terkait.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK