<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="73383">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WIDIA DIRMAYANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepekaan strain mencit (Mus musculus) Balb/C dan Swiss setelah diinfeksikan Trypanosoma evansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental analisis of variance (ANOVA) dengan menggunakan uji Split Plot dan dilanjutkan dengan uji Tukey yang terdiri atas lima kelompok perlakuan dimana satu kelompok perlakuan terdiri dari 3 ekor mencit  pada masing-masing mencit strain Balb/C dan Swiss yaitu, (K0: kelompok kontrol tanpa inokulasi T. evansi, K1: kelompok mencit dengan injeksi jumlah T. evansi 1/ 300 µl darah, K2: kelompok mencit dengan inokulasi jumlah T. evansi 10/ 300 µl darah, K3: kelompok mencit dengan inokulasi jumlah T. evansi 100/ 300 µl darah, K4: kelompok mencit dengan inokulasi jumlah T. evansi 1000/ 300 µl darah). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah parasitemia mencit strain Balb/C dan Swiss yang telah diinfeksikan T. evansi yang dihitung parasitemianya menggunakan kamar hitung neubauer serta pengamatan secara visual terkait tanda awal muncul gejala pada setiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan gejala klinis berupa tremor terdapat perbedaan kepekaan antara strain mencit strain Balb/C dan Swiss. Strain mencit Balb/C pada kelompok perlakuan K1, K2, K3 dan K4 mengalami tremor dan kematian lebih cepat dibandingkan mencit strain Swiss. Sementara itu pada pengamatan parasitemia terdapat rata-rata dan pertambahan parasitemia mencit strain Balb/C yang signifikan (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>73383</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-04 15:34:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-08 15:09:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>