<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="73302">
 <titleInfo>
  <title>KEBIJAKAN PEMERINTAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR DALAM PENERAPAN WISATA ISLAMI (STUDI KASUS LOKASI WISATA KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhiya Najmi Mai Tarina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Wisata islami merupakan sebuah kebijakan yang di terapkan pemerintah Kota&#13;
Banda Aceh dan Aceh Besar dalam pengengembangan pariwisata. Namun dalam&#13;
pelaksanaannya masih terdapat beberapa permasalahan seperti kurangnya Sumber&#13;
Daya Manusia, kebersihan, infrastruktur dan aksessibilitas. Tujuan penelitian ini&#13;
untuk mengetahui penerapan Kebijakan Wisata Islami yang di lakukan oleh&#13;
pemerintah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, kendala yang di alami dalam&#13;
penerapan kebijakan dan upaya yang di lakukan pemerintah untuk mengatasi kendala&#13;
tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis&#13;
penelitiannya deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan&#13;
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kebijakan wisata islami&#13;
yang dilakukan pemerintah diawali dengan penyususnan program terkait penyediaan&#13;
objek wisata, penyebaran informasi, penyediaan sektor pendukung, pemasaran objek&#13;
wisata dan penyediaan para pemandu wisatawan agar tidak melanggar ketentuan&#13;
agama Islam sebagaimana yang diatur dalam Qanun Aceh Nomor 8 tahun 2013.&#13;
Pelaksanaan program dilakukan dengan upaya mengadakan diskusi terkait wisata&#13;
islami, seperti memberikan pelebelan halal di rumah makan, sarana dan prasarana,&#13;
mengadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi, memberlakukan peraturan di lokasi&#13;
wisata dan menyediakan berbagai kepentingan wisatawan dalam aspek keagamaan.&#13;
Adapun kendala yang dialami oleh pemerintah dalam penerapan wisata islami&#13;
meliputi bidang SDM, kebersihan, minimnya sarana dan prasarana, kurangnya&#13;
informasi dan aksessibilitas menuju objek-objek wisata. Upaya yang dilakukan&#13;
pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut ialah dengan menyelengarakan even&#13;
pariwisata, promosi wisata berkelanjutan, penguatan SDM pariwisata dengan&#13;
membuat sosialisasi, pengembangan budaya dan tradisi, pembenahan prasarana dan&#13;
sarana wisata, pengembangan transportasi wisata, dan lain -lain.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kebijkan Pemerintah, Penerapan Wisata Islami. Kota Banda Aceh dan&#13;
Kabupaten Aceh Besar</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>73302</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-03 14:19:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-07-06 14:16:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>