PENIALAIN KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG PUSKESMAS DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENIALAIN KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG PUSKESMAS DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

AMTSAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704201010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tesis

Penilaian Keandalan Puskesmas di Kabupaten Bener Meriah

Amtsal
1704201010054

Jurusan Teknik Sipil
Program Studi Magister Teknik Sipil
Universitas Syiah Kuala

Abstrak

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah bagian dari sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting. Kabupaten Bener Meriah memiliki 13 (tiga belas) unit bangunan puskesmas yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan, dimana 3 (tiga) unit merupakan puskesmas perawatan yaitu Puskesmas Perawatan Lampahan, Puskesmas Perawatan Bandar dan Puskesmas Perawatan Buntul. Kontruksi bangunan merupakan beton bertulang berlantai dua dengan usia bangunan lebih dari 30 (tiga puluh) tahun. Dengan demikian penilaian keandalan bangunan puskesmas sudah selayaknya dilakukan agar tingkat keamanan pemakainya tetap terjamin dan fungsional bangunan dapat terwujud, sesuai dan selaras dengan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kelayakan, keandalan dan urutan prioritas penanganan pemeliharaan ketiga bangunan puskesmas perawatan tersebut. Penilaian keandalan dilakukan dengan pengamatan visual mengacu pada peraturan yang berlaku dan data diolah menggunakan statistik deskriptif. Selain itu juga dilakukan pengujian hammer test untuk menilai keandalan struktur bangunan yang ada. Skala prioritas pemeliharaan bangunan puskesmas ditentukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan kriteria yaitu tingkat kerusakan bangunan, status bangunan, jumlah penduduk dan luas wilayah pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian, nilai keandalan bangunan gedung Puskesmas Perawatan Lampahan 62,86% (tidak andal), Puskesmas Perawatan Bandar 65,44% (tidak andal), Puskesmas Perawatan Buntul 63,12% (tidak andal). Hasil perhitungan skala prioritas, Puskesmas Perawatan Lampahan menjadi prioritas pertama penanganan pemeliharaan dengan nilai 0,439 selanjutnya Puskesmas Perawatan Bandar dengan nilai 0,401 dan Puskesmas Perawatan Buntul dengan nilai 0,209.

Kata Kunci : keandalan; bangunan gedung; puskesmas; AHP

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK