MANAJEMEN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MANAJEMEN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

KHAIRUL AMNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704201010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa di Mibo mulai dioperasikan tanggal 11 November 2007 dengan luas bangunan 5.300 m² dan luas lahan mencapai 15.268 m2. Sejak bulan Desember 2009, rumah sakit resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan saat ini sudah terakreditasi B Paripurna. RSUD Meuraxa berkewajiban memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Sebagai BLUD, maka hampir semua biaya operasionalnya bersumber dari pendapatan rumah sakit sendiri. Bangunan rumah sakit memiliki umur yang bervariasi dan yang terlama sudah beroperasi selama 12 tahun lebih. Karenanya ditengarai keandalan bangunan mulai berkurang, bahkan ada komponen bangunan dalam keadaan rusak. Sekalipun demikian standarisasi indikator kinerja rumah sakit tahun 2019 mensyaratkan sarana dan prasarana rumah sakit selalu berada pada kondisi 100%. Hal ini dapat diwujudkan dengan membangun gedung sesuai standar dan melakukan pemeliharaan secara berkala/rutin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui intensitas kerusakan bangunan sesuai dengan standar/peraturan yang berlaku dan dilakukan analisis SWOT terhadap manajemen pemeliharaan gedung. Lingkup penelitian meliputi intensitas kerusakan bangunan dan manajemen pemeliharaan komponen gedung rumah sakit. Metode yang digunakan adalah melakukan observasi (pengamatan) lapangan terhadap kerusakan bangunan dan penyebaran kuesioner serta wawancara dengan pengelola gedung. Hasil observasi terhadap kondisi eksisting infrastruktur gedung diperoleh intensitas kerusakan bangunan sebesar 2,93% dan masuk dalam katagori pemeliharaan ringan yaitu ? 35% dari biaya bangun baru. Hasil analisis SWOT menunjukkan manajemen pemeliharaan infrastruktur gedung RSUD Meuraxa berada pada kuadran III (tiga), dimana manajemen pemeliharaan gedung dalam kondisi lemah (-7,5), tetapi masih memiliki peluang sebesar (3) dan cukup baik untuk pengembangan dan perbaikan di masa yang akan datang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK