ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA PERIKANAN KUWE (CARANX SP) DI PERAIRAN UTARA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA PERIKANAN KUWE (CARANX SP) DI PERAIRAN UTARA ACEH


Pengarang

NAJLA ATIKAH PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605102010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Najla Atikah Putri. 1605102010004. Analisis Bioekonomi Sumberdaya Ikan Kuwe
(Caranx sp) di Perairan Utara Aceh. Bimbingan Dr. Ir.Indra M.P sebagai pembimbing
utama dan Ir. Edy Marsudi, Msi sebagai pembimbing anggota.
RINGKASAN
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja merupakan pusat bagi sektor
perikanan di Provinsi Aceh dan termasuk pelabuhan terbesar di perairan Utara Aceh yang
banyak mendaratkan ikan-ikan pelagis, salah satunya adalah ikan kuwe (Caranx sp).
Produksi ikan kuwe mulai tahun 2009-2018 mengalami fluktuasi. Produksi tertinggi terjadi
pada tahun 2006 mencapai 50 ton per tahun dan produksi terendah mencapai 24 ton yang
terjdi pada tahun 2013. Alat tangkap yang digunakan dalam penangkapan kuwe adalah
purse seine dan pancing, namun purse seine merupakan alat tangkap yang paling produktif
dikarenakan mampu menghasilkan lebih banyak tangkapan dibandingkan alat tangkap
lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status penangkapan sumberdaya ikan
kuwe pada kondisi aktual, Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield
(MEY), dan Open Access (OA) di Perairan Utara Aceh serta menghitung tingkat
pemanfaatan sumberdaya ikan kuwe di Perairan Utara Aceh sesuai dengan jumlah
tangkapan yang diperbolehkan. Pengambilan basis data dilakukan di Pelabuhan Perikanan
Samudera Kutaraja Banda Aceh dengan menggunakan metode survei dan metode
purposive sampling dalam melakukan pengambilan sampel. Metode analisis yang
digunakan adalah analisis bioekonomi Gordon-Scheafer untuk menganalisis status
penangkapan sumberdaya ikan kuwe serta tingkat pemanfaatannya di Perairan Utara Aceh.
Berdasarkan hasil analisis bioekonomi, sumberdaya perikanan kuwe di Perairan
Utara Aceh pada rezim Maximum Sustainable Yield (MSY) mengasilkan produksi sebesar
54,49 ton per tahun dan tingkat upaya (effort) sebanyak 1.301 trip dengan keuntungan
sebesar Rp.468.714.567 per tahun. Pada rezim Maximum Economic Yield (MEY) hasil
tangkapan sebesar 48,22 ton, upaya penangkapan sebanyak 860 trip dan keuntungan yang
diperoleh sesesar Rp.636.447.069 per tahun. Pada kondisi pengelolaan Open Access (OA)
menghasilkan produksi sebesar 48,86 ton dengan tingkat upaya (effort) sebanyak 1.719 trip
per tahun dan rente ekonomi pada kondisi adalah Rp.0.
Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sumberdaya ikan kuwe di Perairan
Utara Aceh belum mengalami overfishing baik secara biologi maupun ekonomi
dikarenakan hasil tangkapan dan tingkat upaya (effort) masih berada dibawah pengelolaan
MSY dan MEY. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan kuwe dalam kurun waktu 2009-
2018 berada pada status fully exploited dengan presentase nilai sebesar 92%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK