PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN DOKTER PUSKESMAS DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBEDAAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN DOKTER PUSKESMAS DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI BERDASARKAN ZONA KERENTANAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

BALQIS QONITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607101010125

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Bencana yang disebabkan bahaya alam dapat memberikan dampak negatif di sektor Kesehatan, sehingga memerlukan kesiapsiagaan dokter sebagai langkah utama dalam upaya pengurangan risiko bencana, serta diharapkan dapat menghasilkan respon yang efektif Ketika bencana terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesiapsiagaan dokter puskesmas dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berdasarkan zona kerentanan tsunami di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengukuran tingkat kesiapsiagaan dokter menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR disesuaikan dengan kompetensi inti dan subkompetensi untuk kedokteran bencana dan kesehatan masyarakat. Sampel diambil dengan metode total sampling sebanyak 42 dokter. Berdasakan hasil penelitian didapatkan mayoritas dokter memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori hampir siap dan kurang siap sebanyak 12 responden (28,6%) pada masing-masing kategori. Persentase setiap zona kategori hampir siap yaitu, zona I (14,3%), zona II (40,9%), dan zona III (15,4%), serta persentase setiap zona kategori kurang siap yaitu, zona I (28,6%), zona II (22,7%), dan zona III (38,5%). Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p value sebesar 0,646 (> 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesiapsiagaan dokter puskesmas dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berdasarkan zona kerentanan tsunami di Kota Banda Aceh.

Kata Kunci: Dokter Puskesmas, Kesiapsiagaan bencana, Zona Kerentanan Tsunami

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK