Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN SUHU TUBUH DAN KONSENTRASI METABOLIT HORMON KORTISOL SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SAPI ACEH JANTAN PADA PERIODE PRE DAN POST SHORT-TERM COOLING
Pengarang
HAJUM RIYANTO - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1602101010047
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Memandikan sapi merupakan salah satu metode short-term cooling yang dilakukan oleh para peternak. Akan tetapi belum ada penelitian sejauh mana pengaruh perlakuan memandikan sapi terhadap perubahan suhu tubuh dan konsentrasi metabolit hormon kortisol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan short-term cooling, jenis sapi yang berbeda (sapi peranakan ongole/PO dan sapi aceh jantan), dan interaksinya terhadap penurunan suhu tubuh dan konsentrasi metabolit hormon kortisol. Sampel feses yang digunakan pada penelitian ini dikoleksi dari 6 ekor sapi PO jantan dan 6 ekor sapi aceh jantan berumur 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial berulang 3x2 (two way repeated measures). Faktor I adalah frekuensi perlakuan short-term cooling terdiri dari tiga perlakuan (b0 = 0 kali dimandikan/pre; b3=3 kali dimandikan, dan b6= 6 kali dimandikan), faktor II adalah jenis sapi terdiri dari dua perlakuan (a1=sapi PO jantan, a2=sapi aceh jantan) dengan 6 ulangan tiap perlakuan. Koleksi sampel feses dan pengukuran suhu tubuh dilakukan pada pre short-term cooling (b0), post short-term cooling 3 (b3), dan 6 (b6). Sampel feses selanjutnya diekstraksi, dan dianalisis dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Parameter yang diukur adalah suhu tubuh sapi dan konsentrasi metabolit kortisol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sidik ragam (a two-way repeated measures ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan short-term cooling mampu menurunkan suhu tubuh sapi pada siang hari secara signifikan (p0,05). Perlakuan short-term cooling juga mampu menurunkan konsentrasi metabolit kortisol secara signifikan (p?0,05), yang mana terdapat interaksi yang signifikan antara perlakuan short term cooling dengan jenis sapi (p
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBEDAAN SUHU TUBUH DAN KONSENTRASI METABOLIT HORMON KORTISOL SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SAPI ACEH JANTAN PADA PERIODE PRE DAN POST SHORT-TERM COOLING (HAJUM RIYANTO, 2020)
EFEK PERLAKUAN PRE DAN POST SHORT-TERM COOLING TERHADAP SUHU TUBUH DAN KONSENTRASI METABOLIT TESTOSTERON PADA SAPI ACEH DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE JANTAN. (BAYU PRATAMA, 2021)
DERAJAT INFESTASI PARASIT GASTROINTESTINAL PADA SAPI ACEH DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE PRE DAN POST SHORT-TERM COOLING (SYAFINA SYAFAATUR RABBANI, 2020)
PENGUKURAN HORMON KORTISOL SECARA NON INVASIF PADA SAPI ACEH BUNTING (MUHAMMAD HAETZAR FARABY, 2024)
VALIDASI DAN APLIKASI KIT ELISA KOMERSIAL UNTUK ANALISIS METABOLIT HORMON KORTISOL SECARA NON INVASIF PADA SAPI ACEH BUNTING (Sri Suci Rahmadani, 2025)