ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA TANAMAN PALA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DI KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA TANAMAN PALA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DI KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

Muttaqin HM - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200240014

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu daerah kawasan sentra produksi tanaman
pala di Indonesia, termasuk salah satu daerah yang berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan
tanaman pala domestik maupun internasional. Pendapatan masyarakat Kabupaten Aceh
Selatan umumnya adalah sebagai petani tanaman pala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun mereka masih melakukan budidaya tanaman pala dengan cara yang masih sederhana
baik mulai dari pola tanam hingga pasca panen, kalau dilihat dari segi pola tanam yang
menyerupai monokultur dengan jarak tanam yang tidak teratur, tidak adanya pemupukan dan
upaya sanitasi lingkungan. masalah penurunan produktivitas tanaman pala juga terjadi di
Kabupaten tersebut.
Aspek teknis budidaya tanaman pala dengan teknologi PHT mulai dari lokasi
perkebunan, besar skala ataupun luas lahan yang digunakan dalam melakukan budidaya
tanaman pala, proses produksi dan juga teknologi yang digunakan oleh petani selama masa
produksi. sesuai untuk tanaman pala sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan mampu
menghampat serangan organisme pengganggu tanaman yang melanda Kabupaten Aceh Selatan.
Aspek teknis budidaya tanaman pala dengan teknologi PHT layak untuk di terapkan bagi petani
di Kabupaten Aceh Selatan.
Petani PHT memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam mengelola tanaman pala jika
dibandingkan dengan petani non-PHT, karena petani PHT sudah menerima informasi baik
berupa teori maupun praktik lapang, sehingga mampu diterapkan pada lahan sendiri yang
dimiliknya. Adapun kelebihan petani PHT yaitu kekamampuan tentang cara pengendalian
hama, kemampuan memilih obat-obatan pertanian, kemampuan cara membedakan organisme
penggangu tanaman dan musuh alami, kemampuan cara pengolahan tanah yang baik serta cara
memilih jenis bibit yang unggul atau seha
Petani non-PHT, petani non – PHT masih lemah dalam identifikasi hama dan gejala, pada
umumnya petani hanya mengenal jenis hama yang sedang makan/merusak tanaman saja, tidak
semua fase pertumbuhan hama/merusak tanaman, seperti serangan hama dari Ordo Lepidoptera
yang berstatus sebagai hama tanaman hanya larva.
Budidaya tanaman pala dengan teknologi PHT untuk rata-rata lahan 1 hektar diperoleh
NPV sebesar Rp 144.185.587, Net B/C Ratio 4,43, , IRR sebesar 17,97 %, dan Payback Period
(PP) 12,19, sehingga secara finansial budidaya tanaman pala dengan teknologi PHT layak dan
menguntungkan untuk diusahakan. Analisis sensitivitas budidaya dengan teknologi PHT
dengan asumsi kemungkinan biaya naik 10%, akibat penurunan produksi sebesar 20% dan
kombinasi biaya naik 10% dan produksi turun 20% menunjukkan hasil yang masih layak untuk
di usahkan budidaya tanaman pala dengan teknologi PHT.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK