ANALISIS KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON MUTU ULTRA TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA SEBAGAI ADITIF DAN BIJIH BESI SEBAGAI FILLER YANG DITAMBAHKAN SERAT POLYPROPYLENE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON MUTU ULTRA TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA SEBAGAI ADITIF DAN BIJIH BESI SEBAGAI FILLER YANG DITAMBAHKAN SERAT POLYPROPYLENE


Pengarang

Edi Mardiono - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton mutu ultra tinggi yaitu beton dengan kuat tekan lebih besar dari 90 MPa. Penggunaan aditif berfungsi mengurangi jumlah penggunaan semen dan penambahan filler dapat mengurangi porositas beton sehingga beton menjadi lebih padat serta penambahan serat polypropylene dapat meningkatkan kekuatan mekanis beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat tekan dan kuat tarik belah beton mutu ultra tinggi menggunakan aditif fly ash batu bara dan bijih besi sebagai filler dan ditambahkan serat polypropylene yang dibandingkan dengan beton mutu ultra tinggi tanpa serat polypropylene. Persentase fly ash batu bara dan filler bijih besi yang digunakan masing-masing sebesar 15% dan 6% dari berat semen dan penambahan serat polypropylene sebesar 0,2% dari volume beton. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,2 dengan tambahan superplasticizer jenis Viscocrete 3115N sebesar 1,5% dari berat semen. Benda uji kuat tekan berupa silinder ukuran 10 cm x 20 cm sebanyak 15 benda uji dan kuat tarik belah berupa silinder ukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 10 benda uji. Berdasarkan hasil penelitian, kuat tekan beton serat (UTS) pada umur 7, 28, dan 56 hari sebesar 96,7 MPa, 111,06 MPa, dan 118,53 MPa, sedangkan beton tanpa serat (UT) sebesar 88,92 MPa, 103,51 MPa, dan 107,75 MPa. Nilai modulus elastisitas beton serat (UTS) pada umur 28 dan 56 hari sebesar 48421,105 MPa dan 53028,610 MPa, sedangkan beton tanpa serat (UT) sebesar 47470,54 MPa dan 51850,15 MPa. Nilai kuat tarik belah beton serat (UTST) pada umur 28 dan 56 hari sebesar 5,68 MPa dan 6,73 MPa, sedangkan beton tanpa serat (UTL) serat sebesar 5,06 MPa dan 6,20 MPa. Klasifikasi mutu pekerjaan dinilai baik dengan angka covarian 1,64 sampai 8,17. Perhitungan analisa varian menunjukkan bahwa penambahan serat dan umur beton mempengaruhi kekuatan mekanis beton.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK