KAJIAN BIAYA DAN MUTU REKONSTRUKSI RUMAH PASCA BENCANA GEMPA TAHUN 2013 DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJIAN BIAYA DAN MUTU REKONSTRUKSI RUMAH PASCA BENCANA GEMPA TAHUN 2013 DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Kasdi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gempa bumi yang terjadi di Bener Meriah pada 2 Juli 2013, pukul 14.37 WIB mengakibatkan banyak bangunan mengalami kerusakan. Gempa dengan kekuatan 6.2 SR yang epicenternya berada di 4.70º LU, 96.61º BT dengan kedalaman pusat gempa bumi 10 km tersebut, mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan pribadi, publik, dan infrastruktur. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi dan merencanakan kembali biaya serta mutu rumah untuk tahun 2020. Data yang dikumpulkan yaitu data sekunder berupa studi literatur dan dokumen rencana aksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah. Data primer terdiri dari karakteristik responden, biaya dan mutu rumah berdasarkan wawancara dan observasi lapangan. Responden terdiri dari pegawai BPBD, fasilitator dan pemilik rumah. Metode pengolahan data menggunakan mean, Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) No. 28 tahun 2016 dan standar mutu Rumah Tahan Gempa (RTG) berdasarkan peraturan pemerintah. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi desain rumah rata - rata yang dibangun oleh masyarakat di lapangan ada beberapa tipe seperti, 6 x 6 m², 6 x 7 m², dan 7,5 x 6 m², kondisi rumah masyarakat yang sudah terbangun 6 tahun dibuktikan dengan dokumentasi didapat rata-rata mutu rumah masyarakat masih dalam keadaaan baik dan masih berfungsi. Hasil rekap biaya dari Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) didapat bahwa biaya yang diberikan oleh pemerintah tidak cukup untuk membangun rumah masyarakat dikarenakan pembangunan perumahan berbedabeda ukuran. Total biaya dari 35 rumah yang dijadikan sampel antara tipe satu dengan yang lainnya yaitu tipe 7,5 x 6 m² = Rp 97,988,225, 6 x 7 m² = Rp 73,707,830, 6 x 6 m² = Rp 63,891,203. Total biaya untuk perencanaan pada tahun 2020 dengan mengunakan perhitungan AHSP yaitu Rp 64,650,000.00;. Desain mutu dan biaya untuk tahun 2020 disesuaikan dengan aturan pemerintah dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2019 tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung dan mengikuti SNI 031726-2002, tentang pedoman teknis rumah dan pembangunan gedung ketahanan gempa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK