<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="72050">
 <titleInfo>
  <title>ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API DI WILAYAH IBUKOTA PROVINSI ACEH (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KECAMATAN BAITURRAHMAN, KUTA RAJA, LUENG BATA DAN SYIAH KUALA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safika Urrahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh tentunya memiliki jumlah penduduk yang besar dan  akan  menjadikan pergerakan transportasi menjadi semakin besar, sehingga akan berimbas pada laju pertumbuhan kendaraan yang semakin banyak. Pada kenyataannya, pengembangan kapasitas jalan untuk Banda Aceh dan sekitarnya belum maksimal di beberapa ruas jalan, khususnya saat jam-jam sibuk sudah mulai terjadi kemacetan. Pemerintah Aceh berencana untuk mengembangkan transportasi massal melalui pengembangan kereta api perkotaan, yaitu monorel. Untuk mewujudkan kelancaran operasional monorel  yang akan dibangun, maka perlu dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui batas kemampuan dan kemauan calon pengguna dalam membayar tarif kereta api melalui analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata (Stratified Random Sampling) dengan menyebarkan kuesioner berbentuk State Preferece kepada responden yang berdomisili di wilayah Kecamatan Baiturrahman, Kuta Raja, Lueng Bata dan Syiah Kuala. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan besaran nilai tarif berdasarkan Ability To Pay (ATP) pengguna transportasi di Kecamatan Baiturrahman sebesar Rp 28.130; Kecamatan Kuta Raja sebesar Rp 35.488; Kecamatan Lueng Bata sebesar Rp 40.693; dan Kecamatan Syiah Kuala sebesar Rp 34.283. Besaran nilai tarif berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pengguna transportasi di Kecamatan Baiturrahman sebesar Rp24.250 ; Kecamatan Kuta Raja sebesar Rp 29.667; Kecamatan Lueng Bata sebesar Rp 30.000; dan Kecamatan Syiah Kuala sebesar Rp 23.029.&#13;
&#13;
Kata kunci: Monorel, Ability To Pay, Willingness To Pay, Stratified Random Sampling, State Preferece, Ibukota Provinsi Aceh&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>72050</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-25 11:49:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-06-25 11:52:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>