Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API DI WILAYAH IBUKOTA PROVINSI ACEH ( STUDI KASUS : KECAMATAN BANDA RAYA, KUTA ALAM, ULEE KARENG DAN MEURAXA )
Pengarang
Iqra Mona Meilinda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1604101010036
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kebutuhan akan moda transportasi semakin meningkat dari tahun ke tahun, mengingat jumlah penduduk yang semakin tinggi, maka kebutuhan akan transportasi juga ikut meningkat. Oleh karena itu diperlukan angkutan umum sebagai salah satu moda transportasi yang memiliki peranan penting dalam masalah tersebut salah satunya kereta api. Jadi timbul sebuah gagasan untuk mewujudkan kereta api monorel di wilayah Ibukota Provinsi Aceh. Untuk mewujudkan kelancaran operasional kereta api ini dibutuhkan analisis batas kemauan dan kemampuan pengguna jasa monorel. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kemampuan dan kemauan pengguna dalam membayar tarif monorel. Besarnya kemampuan dan kemauan para pengguna dalam membayar tersebut dapat ditentukan dengan analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Sampel yang digunakan adalah stratified random sampling yaitu sampel acak berstrata dengan memperlihatkan tingkatan dalam populasi dengan teknik stated Preference (SP) dimana responden yang dipilih merupakan masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Banda Raya, Kuta Alam, Ulee Kareng, dan Meuraxa. Teknik analisis data yaitu dengan tabulasi data primer dan sekunder dengan menggunakan Software Microsoft Excel. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan besaran nilai tarif berdasarkan Ability To Pay (ATP) Kecamatan Banda Raya sebesar Rp32.330,30; ATP Kecamatan Kuta Alam sebesar Rp33.035,63; ATP Kecamatan Ulee Kareng sebesar Rp30.960,79; dan ATP Kecamatan Meuraxa sebesar Rp32.911,14. Besaran nilai tarif berdasarkan Willingness To Pay (WTP) Kecamatan Banda Raya sebesar Rp19.632,00; WTP Kecamatan Kuta Alam sebesar Rp27.273,00; WTP Kecamatan Ulee Kareng sebesar Rp19.875,00; dan WTP Kecamatan Meuraxa sebesar Rp23.857,00.
Kata Kunci : Kereta Api Monorel, Ability To Pay, Willingness To Pay, stratified
random sampling, Stated Preference, Ibukota Provinsi Aceh
Tidak Tersedia Deskripsi
IMPLEMENTASI MARKOV CHAIN DALAM PREDIKSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDA ACEH (SALEHA SIREGAR, 2024)
ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API DI WILAYAH IBUKOTA PROVINSI ACEH (STUDI KASUS: KECAMATAN BAITURRAHMAN, KUTA RAJA, LUENG BATA DAN SYIAH KUALA) (Safika Urrahmi, 2020)
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK MENENTUKAN WILAYAH RENTAN STUNTING DI KOTA BANDA ACEH (Zahara rumaisya, 2022)
ANALISIS PUSAT-PUSAT PELAYANAN BERDASARKAN ANALISIS GRAVITASI CARROTHERS (T.M. ZAMIR MUSYAFFA, 2024)
PENILAIAN KONSEP LIVABLE SETTLEMENT DI PERMUKIMAN KOTA BANDA ACEHRN STUDI KASUS: GAMPONG LAMBUNG KECAMATAN MEURAXA DAN BANDAR BARU KECAMATAN KUTA ALAM (Elsa Maulida, 2025)