<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7165">
 <titleInfo>
  <title>MOTIF RAGAM HIAS PADA UMAH PITU RUANG DI DESA KEMILI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anisha Riyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci: Motif, ragam hias, umah pitu ruang, kerawang gayo&#13;
Penelitian yang berjudul “Motif Ragam Hias pada Umah Pitu Ruang di Desa Kemili Kabupaten Aceh Tengah”. Mengangkat masalah,  bagaimanakah motif ragam hias dan makna yang terdapat pada umah pitu ruang di Desa Kemili Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk motif ragam hias dan makna yang terdapat pada umah pitu ruang di Desa Kemili Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif yang terdapat pada umah pitu ruang dapat dilihat pada bagian bangunan rumah seperti rering (dinding), suyen (tiang), pepir (tolak angin), pintu, dan kite (tangga). Adapun motif ragam hias yang digunakan adalah (1) embun berangkat/beriring memiliki makna seiya-sekata dan rukun, (2) pucuk rebung melambangkan kesuburan dataran tinggi Gayo dan merupakan penggambaran generasi muda, (3) puter tali menggambarkan kekokohan dapat diwujudkan dengan adanya persatuan dan kesatuan, (4) tapak seleman menggambarkan dalam kehidupan masyarakat Gayo terdapat empat unsur yang menaungi sistem adat dan pemerintahan yaitu Sarak Opat yang terdiri dari reje (raja), petue (petua), imem (imam), dan rakyat,  (5) jang peger melambangkan pertahanan dan kekuatan yang menahan pengaruh budaya luar yang dapat merusak adat-istiadat budaya Gayo  dan (6) ulen-ulen menggambarkan keteguhan iman, petunjuk, serta pedoman dalam kehidupan masyarakat Gayo. &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ART - SUMATRA (ACEH)</topic>
 </subject>
 <classification>700.598 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>7165</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-07-14 13:30:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-02 10:02:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>