PENGARUH DOSIS MIKORIZA JENIS GLOMUS MOSSAEA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH DOSIS MIKORIZA JENIS GLOMUS MOSSAEA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL)


Pengarang

Toto Rafiko Samra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Untuk menganalisa dosis mikoriza dan beberapa varietas perlu dilakukan penelitian terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yang ditanam. Adapun penelitian ini diadakan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Biologi Tanah, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan dari April - November 2019. Dipenelitian ini menggunakan Rancang yang diacak berkelompok pola faktorial memilik factor sebanyak 2 dan ulangan yang dibutuhkan sebanyak 3. Pertama yaitu faktor dosis pupuk mikoriza (D) terdiri dari 4 taraf yaitu D0 = 0 g dengan carier zeolit, D1 = 5 g dengan carier zeolit, D2 = 10 g dengan carier zeolit D3 = 15 g dengan carier zeolit. Faktor kedua yaitu beberapa varietas yang terdiri dari 3 taraf yaitu V1 = Kipas Merah, V2 = Anjasmoro, V3 = Dering. Sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan dan percobaan terbagi dalam dua unit, sehingga terdapat 72 satuan unit percobaan. Adapun diamati meliputi umur berbunga (hari), tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), jumlah cabang produktif (cabang), jumlah polong per tanaman (polong), jumlah polong bernas per tanaman (polong), jumlah bji per tanaman (biji), bobot biji per tanaman (g), bobot 100 biji per tanaman (g) dan persentase akar terkolonisasi mikoriza (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata pada paremeter persentase akar terkolonisasi mikoriza serta berpengaruh nyata pada tolok ukur tinggi tanaman umur 21 , 28 dan 42 HST. Dosis mikoriza 10 g dengan carier zeolit menunjukkan nilai terbaik pada parameter tinggi tanaman 42 HST (51,67 cm), persentase akar terkolonisasi mikoriza (47,02 %). Dosis mikoriza 15 g dengan carier zeolit menunjukkan nilai terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 21 HST (23,44 cm), 28 HST (28,78 cm). Perlakuan beberapa varietas berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 21 HST, jumlah cabang umur 21, 28, 35, dan 42 HST, jumlah cabang produktif, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, serta berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 28 dan 35 HST. Varietas Anjasmoro menunjukkan nilai terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 21 HST ( 23,75 cm), 28 HST (29,42 cm), 35 HST (36,42 cm), berat biji per tanaman (9,63 g) dan bobot 100 biji (14,73 g). Varietas Kipas Merah menunjukkan nilai terbaik pada parameter jumlah cabang umur 21 HST (4,58 cabang), 28 HST (5,25 cabang), 35 HST (5,58 cabang), 42 HST (5,92 cabang), dan jumlah cabang produktif (5,67 cabang). Terdapat interaksi yang nyata antara dosis mikoriza dan varietas terhadap parameter tinggi tanaman umur 21, 28, 35 HST dan jumlah polong bernas per tanaman. Perlakuan dosis mikoriza 15 g dengan carier zeolit dengan varietas Anjasmoro merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan parameter tinggi tanaman umur 21 HST (28,33 cm), 28 HST (34,33 cm), dan 35 HST (42,00 cm).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK