OBSERVASIKEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR PADA PERKEBUNAN KOPI YANG DIKELOLA SECARA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

OBSERVASIKEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR PADA PERKEBUNAN KOPI YANG DIKELOLA SECARA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

ZULYADEN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050131

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Budidaya kopi arabika umumnya dilakukan secara konfensional, yaitu menggunakan bahan kimia baik itu pestisida, zat perangsang, pupuk dalam meningkatkan produktifitas. Penggunaan bahan kimia berdampak buruk terhadap keseimbangan keanekaragaman hayati.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman Arthropoda predator pada perkebunan kopi yang dikelola secara organik dan anorganik. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kopi di Kabupaten Aceh Tengah kemudian disortasi di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Biotaksonomi Institut Pertanian Bogor, dari bulan April hingga Desember 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang difokuskan pada keanekaragaman Arthropoda predator. Sampling dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan memilih 2 hamparan perkebunan kopi dengan luasan minimal 10 ha. Terdapat 4 buah plot berukuan 4x4 m yang berjarak ±200 m.
Jumlah keseluruhan Arthropoda predator yang dikoleksi dari perkebunan kopi di Aceh Tengah adalah 4985 individu yang terdiri dari 11 famili. Pada perkebunan kopi yang dikelola secara organik tingkat kekayaan, keanekaragaman, dan kemerataan Arthropoda predator ditemukan lebih tinggi dibanding dengan perkebunan yang dikelola secara anorganik. Walaupun tingkat kemiripan komunitas antara kedua tipe pengelolaan tergolong tinggi yaitu 70%, namun demikian jumlah famili yang ditemukan pada perkebunan kopi organik lebih banyak yaitu 11 famili dan 29 spesies sedangkan pada perkebunan anorganik hanya dijumpai 10 famili dan 24 spesies.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK