ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DENGAN METODE SIMPLIFIED PROCEDURE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DENGAN METODE SIMPLIFIED PROCEDURE


Pengarang

M. Kautsar Rizki - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010053

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.151

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak
Indonesia merupakan daerah dengan kegempaan yang aktif karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia. Indonesia juga berada dalam cincin api atau ring of fire karena Indonesia dikelilingi oleh gunung-gunung berapi aktif dari barat hingga ke timur, maka dari itu fenomena gempa bumi tektonik dan vulkanik serta erupsi gunung berapi sering terjadi di Indonesia. Bencana gempa pada magnitude tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kemungkinan besar telah menyebabkan terjadinya likuifaksi. Likuifaksi merupakan suatu perubahan material tanah yang berbentuk butiran dari keadaan padat menjadi keadaan cair. Fenomena likuifaksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur yang dibangun di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa stabilitas lapisan tanah berpasir terhadap kemungkinan likuifaksi pada saat terjadinya gempa bumi di Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Evaluasi potensi likuifaksi pada penelitian ini menggunakan metode simplified procedure yang membandingkan nilai cyclic resistance ratio (CRR) terhadap nilai cylic stress ratio (CSR) dari data pengujian CPT dan SPT. Dari perhitungan evaluasi potensi likuifaksi, nilai CSR yang didapat dari kedua data sangat tergantung dengan magnitude gempanya, semakin besar magnitude gempa maka semakin besar nilai CSR-nya. Lapisan tanah dari data SPT pada kedalaman 3.50 m – 13.00 m memiliki nilai (N1)60cs > 30 yang artinya butiran tanah terlalu padat untuk terlikuifaksi dan diklasifikasikan sebagai tanah non-liquefable. Dari data SPT dapat dilihat bahwa tanah akan terlikuifaksi apabila terjadi gempa dengan magnitude ? 8. Kemudian, dari data CPT tanah akan mulai terlikuifaksi pada gempa dengan magnitude ? 7. Semua lapisan tanah pada kedalaman 0.8 m – 15.75 m aman terhadap likuifaksi apabila terjadi gempa dengan magnitude < 7.

Kata kunci: gempa bumi, likuifaksi, lapisan berpasir, magnitude

Abstract
Indonesia is a region with active seismicity because of it is location encounter three world largest tectonic plates. Indonesia also located in the ring of fire because it is surrounded by active volcanos from west to the east. Because of that, earthquakes and volcano eruption phenomena often happen in Indonesia. An earthquake at a certain magnitude can cause damage to buildings and most likely caused liquefaction. Liquefaction is defined as the transformation of a granular material from a solid to a liquefied state. This Liquefaction phenomenon can cause damage to buildings and infrastructures built on it. This study objective is to analyze the stability of sandy soil layer against the possibility of liquefaction when an earthquake occurs in Rundeng Village, Johan Pahlawan Subdistrict, West Aceh Regency. Evaluation of liquefaction potential in this study uses simplified procedure method that compares the value of cyclic resistance ratio (CRR) with the value of cyclic stress ratio (CSR) from the SPT and CPT test data. From the calculation of liquefaction potential evaluation, CSR value highly depends on the earthquake magnitude, the greater the earthquake magnitude, the greater the CSR value become. Soil layers from SPT data at the depth of 3.50 m – 13.00 m have a value of (N1)60cs > 30 which means the soil is too dense to liquefied and classified as non-liquefable soil. From the SPT data it can be seen the soil will be liquefied if an earthquake with a magnitude ? 8 occurs. Then, from the CPT data the soil will be liquefied if an earthquake with a magnitude ? 7 occurs. All soil layers at the depth of 0.8 m – 15.75 m are safe from liquefaction if an earthquake with a magnitude < 7 occurs.

Keywords : earthquake, liquefaction, sandy layers, magnitudes

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK