<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="71226">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN PERLEKATAN KOLONI BAKTERI STREPTOCOCCUS ORALIS PADA BENANG CATGUT DAN BENANG POLYGLECAPRONE 25 PADA INTERVENSI BEDAH MULUT (STUDI PADA TIKUS PUTIH [RATTUS NORVEGICUS])</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ALIF SATRIO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Intervensi bedah mulut merupakan prosedur bedah menggunakan benang bedah yang berguna sebagai penutup tepi luka, meningkatkan penyembuhan luka, dan mengontrol pendarahan. Benang bedah yang digunakan saat ini terdiri dari jenis absorbable dan nonabsorbable, berstruktur monofilamen atau multifilamen, dan terbuat dari bahan alami maupun sintetis. Benang bedah dapat menyebabkan reaksi jaringan karena terjadi akumulasi koloni bakteri yang melekat pada benang bedah. Streptococcus oralis merupakan bakteri yang umum berada pada rongga mulut manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perlekatan koloni bakteri S. oralis pada benang bedah berbahan alami (catgut) dan benang bedah berbahan sintetis (polyglecaprone 25). Bakteri yang melekat di benang bedah diteliti dengan metode pengenceran bertingkat/lempeng sebar dan dihitung dengan menggunakan metode standard plate count. Penelitian ini dilakukan pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Hasil penelitian ini terdapat 4 koloni bakteri yang melekat pada kedua jenis benang bedah dengan karakteristik Gram-positif, anaerob fakultatif, mesofil, dan katalase positif serta dikelompokkan dalam genus Micrococcus, Rothia, Staphylococcus, dan Bacillus/Listeria/Propionibacterium. Pada penelitian ini tidak terdapat perlekatan koloni Streptococcus oralis pada benang bedah yang digunakan pada intervensi bedah mulut pada tikus putih disebabkan karena kompleksitas bakteri rongga mulut tikus yang rendah dan berbeda dengan rongga mulut manusia.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>71226</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-31 23:17:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-04-01 09:17:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>