<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="71120">
 <titleInfo>
  <title>MORFOLOGI, KLASIFIKASI, DAN PENGELOLAAN TANAH-TANAH YANG TERBENTUK DI DAERAH GUNUNG API JABOI KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jhoni Setiawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kota Sabang memiliki luas 12.061,08 ha, yang terdiri dari pulau-pulau kecil, yaitu: Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, dan lain-lain. Pulau kecil ini terbentuk karena adanya gerakan vulkanik berupa letusan gunung Seulawah yang mengakibatkan pulau ini terpisah dari daratan Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, klasifikasi, serta pengelolaan tanah-tanah yang terbentuk di daerah gunung api Jaboi Kota Sabang. Metode yang digunakan yaitu survai deskriptif kuantitatif. Parameter yang diukur di lapangan berupa karakteristik morfologi diantaranya: warna dan kedalaman tanah. Dilaboratorium berupa karakteristik fisika tanah adalah tekstur tanah; karakteristik kimia tanah yaitu C-organik dan kejenuhan basa serta jenis mineral tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan klasifikasi tanah Alfisol adalah: (a) epipedon molik karena memiliki solum tanah ? 18 cm (23 cm), kandungan C-organik ? 0,6% (1,29%), kejenuhan basa ? 50% (55,72%) dan value serta chroma ? 3 (value 3 dan chroma 3); (b) horison penciri bawah yang dijumpai adalah argilik karena mengandung liat &lt; 15%, maka horison argilik &gt; 3% lebih liat yang terdapat pada horison Bt dibandingkan horison di atasnya; (c) subordo dikategorikan Udalf, great group Hapludalf, subgroup Typic Hapludalf, famili Typic Hapludalf, berlempung, campuran, isohipertermik. Pengelolaan yang sesuai tanah Alfisol yaitu dengan olah tanah konvensional.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>71120</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-17 12:14:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-04-17 10:59:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>