<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="70986">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizka Meidy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
RIZKA MEIDY,&#13;
2020&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI&#13;
BANDA ACEH NOMOR 376/PID.B/2018/PN.BNA&#13;
TENTANG TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN&#13;
TERHADAP PETUGAS SATUAN POLISI PAMONG&#13;
PRAJA&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v, 69)&#13;
pp.,bibl.,app. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
  &#13;
M.Iqbal, S.H., M.H. &#13;
Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 356 angka 2e KUHP adalah penganiayaan dihukum &#13;
dengan hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak Rp.&#13;
4.500.-.” dasar hukum inilah yang dicantumkan oleh penuntut umum dalam surat dakwaanya&#13;
dengan bentuk dakwaan tunggal. Namun berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada, perbuatan&#13;
terdakwa telah memenuhi unsur dalam pasal 212 KUHP yang berbunyi: “Barangsiapa dengan&#13;
kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang&#13;
melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu&#13;
pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan&#13;
pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya&#13;
satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500,-“&#13;
Tujuan penulisan studi kasus ini untuk menjelaskan bahwa dasar hukum yang&#13;
digunakan penuntut umum tidak tepat serta menjelaskan putusan hakim yang belum&#13;
memenuhi asas keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.&#13;
Penelitian ini bersifat yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh&#13;
dari penelitian kepustakaan yaitu berupa buku-buku, dokumen-dokumen, dan literaturliteratur&#13;
hukum&#13;
yang&#13;
berkaitan&#13;
dengan&#13;
permasalahan&#13;
yang&#13;
diangkat&#13;
dari&#13;
putusan&#13;
Pengadilan&#13;
&#13;
Negeri&#13;
&#13;
Banda Aceh Nomor 376/Pid.B/2018/PN.Bna. Penelitian ini dilakukan dengan&#13;
serangkaian kegiatan membaca, mengutip, menelaah perundang-undangan yang berkaitan&#13;
dengan objek penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuntut umum tidak cermat dalam melihat&#13;
unsur-unsur dari perbuatan terdakwa merujuk ke Pasal 356 angka ke 2e yang merupakan&#13;
penganiayaan dengan pemberatan karena korbannya merupakan Petugas Satpol-PP&#13;
merupakan bagian dari Pegawai Negeri. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa hakim &#13;
tidak melihat keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum sehingga menerapkan pidana yang&#13;
terlalu ringan kepada terdakwa. Dan dengan tidak ditekankan penuntutan pada Pasal 356&#13;
angka ke 2 Jo Pasal 212 KUHP Kemanfaatan dan keadilan dari putusan Hakim tidak tercapai,&#13;
karena dengan tidak dihargai dan dihormatinya petugas yang sedang melaksanakan tugas&#13;
ketertiban dan keamanan yang dicita-citakan sangat sulit diwujudkan.&#13;
Disarankan kepada penuntut umum dan hakim agar menerapkan dasar hukum yang&#13;
tepat dalam membuktikan kesalahan para terdakwa dan kepada hakim dalam menjatuhkan&#13;
putusan terhadap penjatuhan pidana penganiayaan seharusnya hakim memegang peranan&#13;
penting dalam menegakkan keadilan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>70986</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-13 16:20:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-04-02 13:33:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>