Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN INDEKS VEGETASI NDVI DAN EVI-2 TERHADAP SIKLUS PHENOLOGY DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (STUDI KASUS : BLANG JAROE KECAMATAN INDRAPURI, KABUPATEN ACEH BESAR)
Pengarang
Riska Adinda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1505108010039
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Masyarakat Indonesia menjadikan tanaman padi (Oryza sativa. L) sebagai bahan pangan utama dengan konsumsi pangan per kapita yang sangat tinggi sekitar 139,15 kg/tahun. Sebagai Negara ketiga penghasil padi terbesar di Asia Tenggara. Hasil produksi padi tahun 2015 sebesar 75,40 juta ton dan pada tahun 2016 meningkat sebesar 4,96 persen mencapai 79,14 juta ton. Salah satu daerah yang dianggap andil dalam menentukan tingkat produksi padi di Indonesia adalah Aceh. Oleh sebab itu, informasi tentang produksi padi sangat dibutuhkan dalam waktu yang cepat dan akurat. Saat ini informasi mengenai produksi tanaman padi dapat diperkirakan dengan menggunakan berbagai teknologi. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah teknologi penginderaan jauh dengan menganalisis indeks vegetasi NDVI dan EVI-2.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan interpretasi yang terdiri dari 5 tahapan penelitian yaitu tahapan persiapan, pengumpulan data, pra pengolahan citra, pengolahan citra, analisis data dengan menggunakan perhitungan 2 indeks vegetasi NDVI dan EVI-2. Setelah itu diklasifikasikan dengan mengunakan rentang nilai NDVI modifikasi terhadap indeks vegetasi tanaman padi dapat dikelompokkan kedalam 4 kategori, yaitu fase awal pertumbuhan, fase pertumbuhan vegetatif awal, fase pertumbuhan vegetatif, dan fase vegetatif puncak.
Hasil analisis data diperoleh siklus phenology tanaman padi dengan nilai NDVI lebih tinggi dari nilai EVI-2 yang ditunjukkan pada musim gadu 2017 dengan nilai 0,691 - 0,829. Sedangkan nilai EVI-2 pada musim yang sama lebih rendah sebesar 0,507 - 0,634. Secara sebaran luasan lahan sawah masing-masing menunjukkan luasan yang berbeda-beda. Penggunaan metode NDVI lebih baik dari metode EVI-2 dalam memperoleh nilai rasio yang memiliki dominasi dengan pola pertumbuhan, tetapi kelemahannya tidak dapat mengkoreksi faktor gangguan atmosfer. Sedangkan metode EVI-2 dapat meminimalisir koreksi gangguan atmosfer. Siklus phenology terhadap NDVI dan EVI-2 tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap penggunaan analisis produktivitas padi, artinya kenaikan nilai NDVI dan EVI-2 tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil produktivitas tanaman padi.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI PADI HIBRIDA DAN NON HIBRIDA DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (WINDA, 2020)
ANALISIS TINGKAT RISIKO USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (MUHAMMAD HAIKAL, 2025)
STUDI KEKERINGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (sutarni, 2016)
ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI PADI DENGAN NILAI NDVI (NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX) MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KECAMATAN INGIN JAYA (Sarah Amalia, 2017)
STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN SAWAH DI DUA KECAMATAN KABUPATEN ACEH BESAR (Intan Syuhada, 2024)