PERMASALAHAN SOSIAL PSIKOLOGIS REMAJA DAN PELAYANAN BIMBINGAN DI PANTI ASUHAN RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERMASALAHAN SOSIAL PSIKOLOGIS REMAJA DAN PELAYANAN BIMBINGAN DI PANTI ASUHAN RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Hamidarriyani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104030045

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Permasalahan sosial psikologis yang muncul pada diri remaja akan menghambat perkembangan remaja, untuk mengentaskannya memerlukan suatu bantuan berupa bimbingan yang menjadikan remaja akan berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan sosial psikologis remaja dan pelayanan bimbingan di panti asuhan Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah remaja panti, pengasuh panti, pimpinan panti. Teknik pengumpulan data metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan sosial psikologis yang dialami remaja adalah agresi psikologi, sikap diri negatif dan tingkah laku anti sosial baik remaja putra maupun remaja putri dan permasalahan yang cenderung dialami adalah agresi psikologi yaitu memanfaatkan orang lain, kasar dan marah dan tingkah laku anti sosial yaitu agresi fisik maupun verbal. Bimbingan yang diberikan pengasuh masih kurang dalam mengidentifikasi permasalahan siswa, kurangnya kedekatan antara pengasuh dan anak-anak asuh sehingga remaja segan dan takut untuk meminta bantuan kepada pengasuh untuk mengentaskan permasalahan mereka. Pencegahan dilakukan dengan adanya peraturan tata tertib, les mata pelajaran dan kajian keagamaan, akan tetapi pengasuh cenderung kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut dan cenderung kurangnya memberikan informasi tentang materi tertentu yang dapat menjadikan siswa memahami baik dirinya maupun lingkungannya. Pengentasan masalah cenderung dilakukan dengan nasihat dan hukuman, sementara kagiatan mendiagnosis latar belakang penyebab masalah remaja masih kurang dilakukan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK