Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENYEBAB REMAJA MELAKUKAN BALAPAN LIAR DI KOTA TAKENGON
Pengarang
Alpi Wantona - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1306104030002
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Wantona,Alpi.2019.Analisis Penyebab Remaja Melakukan Balapan Liar di Kota Takengon. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
Pembimbing: (1) Dra. Nur Jannah. P.Si,. MM (2) Dara Rosita, S.T,. S.Pd., M.Ed
Kata Kunci : Analisis Penyebab Remaja, Balapan Liar
Remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak kanak menuju dewasa dan di tandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan sosial. Remaja akan mengalami pergejolakan yang menjerumuskan ke prilaku menyimpang secara moral dan sosial apabila di pengaruhi oleh pergaulan yang salah di sekolah maupun di masyarakat, apalagi tidak ada pendamping dari orang tua, guru, dan masyarakat. Bentuk penyimpangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktivitas balapan liar yang sangat populer pada usia remaja Balapan liar adalah adu kecepatan dengan sepeda motor yang dilakukan di tempat tempat umum. Balapan liar dilakukan di jalan raya, parkir stadion serta di tempat lainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penyebab remaja melakukan balapan liar di Kota Takengon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 5 orang remaja pelaku balapan liar dan 3 orang masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas balap liar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara menggunakan pedoman FGD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penyebab remaja melakukan balapan liar adalah berusia 15-16 tahun, dengan jenjang pendidikan yang ditekuni yaitu sekolah tingkat menengah atas (SMA), pada usia tersebut memperlihatkan bahwa rasa ingin tahu dan ketertarikannya terhadap dunia balap liar sangat tinggi, pada saat orang lain memicu kendaraannya dengan kencang menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin melakukannya dan ingin menunjukkan kepada orang bahwa mereka mampu dan mereka bisa. Penyebab yang mendorong pelaku balap liar melakukan balapan liar yaitu datang dari diri sendiri dan teman sepermainan, serta orang terdekat, dan juga saat melihat teman sebayanya mengendarai kenderaan dengan kecepatan yang tinggi memicu adrenalin untuk ikut melakukan balapan liar tanpa menghiraukan kecelakaan yang dapat dialami remaja saat melakukan balapan liar serta uang taruhan yang didapat pada saat memenangkan balapan liar serta tempat menyalurkan hobi.
?
Tidak Tersedia Deskripsi
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BALAPAN LIAR YANG DILAKUKAN OLEH REMAJA ACEH TIMUR,STUDI PENELITIAN DI MANTANG KUMBANG KEC,SIMPANG ULIM,KAB ACEH TIMUR (Afifuddin, 2018)
PENEGAKAN HUKUM PIDANA OLEH APARAT KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN BALAPAN LIAR DI KALANGAN REMAJA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRES ACEH BESAR) (Teuku Sulthan Naufal, 2025)
HUBUNGAN TINGKAT KEMATANGAN EMOSI DENGAN SELF-ACCEPTANCE (PENERIMAAN DIRI) PADA REMAJA SMA SE- KOTA TAKENGON (ELLIYA JUNARIAH, 2023)
KONTRIBUSI TEMAN SEBAYA TERHADAP PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI REMAJA (SUATU PENELITIAN PADA SISWA SMAN 2 TAKENGON ) (Rina Yanti, 2017)
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PENYIMPANGAN PERILAKU REMAJA DI GAMPONG BLANG KRUENG (Riska Maulidawati, 2015)