Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HAK KONSUMEN UNTUK MENDAPATKAN KENYAMANAN SARANA DAN PRASARANA DALAM BERIBADAH DI RUMAH MAKAN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Nurul Asri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1603101010176
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
NURUL ASRI, HAK KONSUMEN UNTUK MENDAPATKAN
2020 KENYAMANAN SARANA DAN PRASARANA DALAM BERIBADAH DI RUMAH MAKAN (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vii, 65)., pp., tabl., bibl., app.
Dr. M. ADLI, S.H., MCL.
Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pokok-Pokok Syariat Islam,
dalam Pasal 14 angka (9) disebutkan bahwa setiap instansi pemerintahan, perusahaan, instansi swasta dan penyelenggara fasilitas umum wajib menyediakan sarana ibadah yang layak, serta didukung oleh Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 13 Tahun
2011 Tentang Penyelenggaraan Usaha Restoran, Rumah Makan, Warung Kopi dan Café dalam Pasal 6 huruf b menentukan penyediaan sarana dan prasarana yang harus terpenuhi antara lain mushalla yang layak serta pemisahan tempat wudhu antara pria dan wanita. Dalam kenyataannya di Kota Banda Aceh masih terdapat rumah makan yang menyediakan sarana dan prasarana dalam beribadah (Mushalla) yang tidak layak bagi konsumen.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk meneliti terhadap hak konsumen terhadap penyediaan sarana dan prasarana dalam beribadah pada rumah makan, upaya pemerintah dalam menyikapi penyediaan mushalla tidak layak bagi konsumen rumah makan dan sanksi yang dikenakan kepada pemilik (pengusaha) rumah makan yang menyediakan mushalla tidak layak bagi konsumennya.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai pihak terkait yang menjadi subjek penelitian, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dituangkan dalam sebuah karya tulis berbentuk skripsi.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat rumah makan yang mengabaikan hak konsumen dalam penyediaan Mushalla yang layak. Adapun pemerintah telah berupaya melakukan sosialisasi dan teguran lisan dalam menyikapi penyediaan mushalla tidak layak bagi konsumen rumah makan. Sanksi yang dikenakan kepada pengusaha (pemilik) rumah makan yaitu sanksi administrasi berupa teguran lisan, teguran tertulis, penyegelan hingga pencabutan izin usaha.
Disarankan kepada pemilik (pengusaha) rumah makan untuk segera membenahi dan menyediakan mushalla yang layak sesuai dengan peraturan yang
berlaku serta pemerintah tegas dalam memberikan sanksinya.
Tidak Tersedia Deskripsi
KEPUASAN PENGHUNI RUMAH SEDERHANA TIPE 36 DI KOTA BANDA ACEH (Eva priatna, 2024)
IMPLEMENTASI PERSYARATAN HYGIENE SANITASI OLEH PELAKU USAHA RUMAH MAKAN DAN RESTORAN DIKAITKAN DENGAN PELAYANAN KONSUMEN DI KOTA BANDA ACEH (Siti Rahmah, 2016)
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP HAK ATAS INFORMASI HARGA PADA MENU MAKANAN DI RUMAH MAKAN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Kiagus Tajudin Fajar, 2019)
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN AYAM LEPAS DI KOTA BANDA ACEH (Tawirliyah, 2021)
PERANCANGAN PERUMAHAN TAPAK DI KOTA BANDA ACEH (ARIEF KURNIAWAN, 2020)