ANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGAN MENGGUNAKAN GAS ELPIJIRNANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGANRN MENGGUNAKAN GAS ELPIJI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGAN MENGGUNAKAN GAS ELPIJIRNANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGANRN MENGGUNAKAN GAS ELPIJI


Pengarang

Ridha Fahlevi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0904102010089

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

660.284 26

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pisang sale merupakan makanan tradisional yang sangat digemari di kalangan masyarakat Aceh, khususnya produksi pisang sale yang terbanyak berasal dari daerah Aceh Utara dan Aceh Timur. Proses pengolahan pisang sale tradisional dengan menggunakan metode pengasapan dengan menggunakan bahan bakar kayu dan tempurung kelapa.Pisang sale tradisional berwarna coklat kehitaman dengan aroma yang sangat khas. Proses pengolahan pisang sale disini menggunakan lemari pengering dengan metode pemanasan dengan suhu rentang rata-rata pada pengujian ini 90-70°C selama 12-14 jam. Suhu awal dari proses pengeringan adalah 26°C karena tungku pemanasan belum dihidupkan. Kemudian pemanasan awal pada suhu 90°C. Tujuan penelitian untuk mengetahui temperatur yang baik dan ideal yang digunakan dalam proses pengolahan pisang sale supaya mendapatkan kualitas yang lebih baik dari segi warna, rasa, aroma, tampilan, tekstur dan konsisten dari pada dengan cara tradisional. Proses pemanasan awal dengan temperatur tinggi untuk mempercepat penurunan kadar air dalam pisang sehingga proses pengeringan lebih cepat. Presentase kadar air yang hilang pada pengujian sampel pisang I, II, dan III adalah 57 % dan pada pengujian sampel pisang IV, V dan VI adalah 53 %, 55 % dan 53 %. Sedangkan kadar air yang tersisa pada bahan pada sampel I, II dan III adalah 15.4 %, 35.2 % dan 39.4 %. Kualitas pisang sale yang dihasilkan berwarna kemerah-merahan karena glukosa di dalam pisang. Bahan bakar yang digunakan adalah gas elpiji karena ramah lingkungan, tidak menyebabkan polusi udara dan hasil pembakaran elpiji tidak meninggalkan bau, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar untuk industri makanan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK