<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="70364">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN INTENSITAS NYERI KEPALA KRONIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dian Nur Pertiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nyeri kepala merupakan salah satu gangguan yang paling umum dalam masalah kesehatan. Nyeri kepala kronis sangat mempengaruhi morbiditas psikis pasien. Salah satu gangguan psikis yang berkaitan dengan nyeri kepala kronis adalah depresi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan tingkat depresi pada pasien nyeri kepala kronis. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penilaian Intensitas nyeri dilakukan dengan Numeric Rating Scale (NRS) sedangkan depresi menggunkan Hamillton Depression Rating Scale (HDRS). Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 sampel. Hasil penelitian menunjukan responden dengan intensitas nyeri sedang mengalami depresi ringan (60,0%), sedang (13,3%), dan tidak mengalami depresi (26,7%). Pada intensitas nyeri berat didapatkan responden normal (6,7%) dan responden dengan depresi ringan (28,9%), sedang (48,9%), berat (15,6%), sedangkan pada intensitas nyeri sangat berat hanya dijumpai depresi sedang (60,0%) dan berat (40,0%). Hasil statistik menggunakan uji korelasi spearman pada intensitas nyeri kepala kronis dengan tingkat depresi menunjukkan adanya hubungan dengan korelasi sedang (p=0,000) dengan koefisien korelasi (0,513). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas nyeri kepala kronis dengan tingkat  depresi.&#13;
 &#13;
Kata Kunci: intensitas nyeri, depresi, nyeri kepala kronis.  &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>70364</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-03-04 11:33:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-13 12:12:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>