<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="70218">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMAKAIAN HELM TERHADAP GAMBARAN KLINIS PASIEN CEDERA KEPALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Wieko Prayudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Cedera kepala (TBI) adalah trauma yang mempengaruhi&#13;
calvaria dan / atau pangkal kranium dan organ-organ internalnya, yang menjadi&#13;
salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan pada kelompok usia produktif.&#13;
Kontribusi terbesar untuk TBI adalah kecelakaan sepeda motor, paling sering&#13;
disebabkan oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau&#13;
menggunakan helm yang tidak memadai.&#13;
&#13;
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pemakaian&#13;
helm terhadap gambaran klinis pasien cedera kepala di Rumah Sakit Umum&#13;
Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.&#13;
&#13;
Metode: Penelitian ini adalah desain studi cross sectional dengan metode total&#13;
sampling, yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat di RSUDZA dari bulan&#13;
Maret hingga Agustus 2019. Gambaran klinis yang dinilai meliputi derajat trauma&#13;
kepala, insiden fraktur kranium, fraktur maksilofasial, fraktur servikal, jenis lesi&#13;
intrakranial, tindakan operasi bedah syaraf dan outcome pasien. Analisis statistik&#13;
menggunakan uji t tidak berpasangan pada data numerik dan uji chi square pada&#13;
data kategorik.&#13;
&#13;
Hasil: Terdapat 116 pasien (50 memakai helm, 66 tidak memakai helm), dengan&#13;
usia antara 17-45 tahun. Penggunaan helm hanya berpengaruh terhadap variabel&#13;
insidensi fraktur cranium dan fraktur maksilofasial dengan nilai P 0,014 dan&#13;
0,002, namun tidak berpengaruh terhadap lima variabel yang lain, yang&#13;
ditunjukkan dengan nilai P lebih dari 0,05.&#13;
&#13;
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa penggunaan helm berguna untuk mengurangi&#13;
dampak TBI. Helm dapat mengurangi risiko fraktur kranium dan fraktur&#13;
maksilofasial untuk pengendara sepeda motor.&#13;
&#13;
Kata kunci: Helm, cedera kepala, fraktur</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>70218</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-27 12:34:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-06 13:24:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>