KARYA TULIS AKHIR - HUBUNGAN KADAR ASAM URAT SERUM DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (HSCRP) PASIEN HEMODIALISIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARYA TULIS AKHIR - HUBUNGAN KADAR ASAM URAT SERUM DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (HSCRP) PASIEN HEMODIALISIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Erlinda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107601020015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.461 059

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi terhadap penyakit kardiovaskular dengan angka mortalitas 10-20 kali lebih tinggi daripada populasi umum. Baik inflamasi maupaun hiperuresemia terkait dengan peningkatan risiko dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara kadar asam urat serum dan hsCRP pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian cross sectional, deskriptif analitik terhadap 60 orang pasien hemodialisis. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Dialisis RSUD Dr.Zainoel Abidin Banda Aceh dari bulan november 2013 hingga febuari 2014. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, antropometri, pemeriksaan kadar asam urat dan kadar hsCRP dan dinilai korelasinya. Asam urat diukur dengan metode tes fotometrik enzimatik dan hsCRP diperiksa dengan metode imunoturbidimetrik dan imuniluminometrik. Total dari 60 orang yang ikut dalam penelitian yang terdiri dari 38 orang laki-laki dan 22 orang perempuan, umur ( 51,76 ± 14,37), IMT (21,75 ± 2,24). Diperoleh rerata kadar Asam urat serum dan kadar hsCRP adalah 8,0 ± 1,34 mg/dl dan 3,81 ± 3,06 mg/dl. Hiperuresemia didapat sebanyak 51 orang (85%) dan kadar hsCRP diatas 3 mg/L sebanyak 27 orang (45%). Terdapat korelasi positif antara kadar asam urat serum dan kadar hsCRP (r=0,405, p=0,001). Simpulan : Pengukuran hsCRP pada PGK berperan sebagai prediktor independent terhadap peningkatan risiko penyakit dan kematian kardiovaskular. Baik inflamasi ataupun hiperuresemia terkait dengan risiko dan mortalitas kardiovaskular.
Kata Kunci : hemodialisis, hsCRP, asam urat, penyakit kardiovaskular

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK